Mengenal KRI Canopus 936, Kapal Hidro-Oseanografi TNI AL

  • 16 Sep 2026 07:26 WIB
  •  Banjarmasin
Poin Utama
  • KRI Canopus 936 resmi menjadi bagian dari TNI Angkatan Laut melalui upacara peresmian di Galangan Abeking & Rasmussen, Lemwerder, Jerman, pada 12 Februari 2026.
  • Kapal ini memiliki panjang 105 meter dan dirancang untuk beroperasi hingga 60 hari di laut dalam satu misi survei dan pemetaan.
  • KRI Canopus 936 mampu melaksanakan survei hidro-oseanografi mulai dari perairan dangkal hingga kedalaman 11.000 meter untuk mendukung pemetaan laut Indonesia yang komprehensif.

RRI.CO.ID, Banjarmasin – KRI Canopus 936 merupakan Kapal Bantu Hidro-Oseanografi (BHO Ocean Going) milik TNI Angkatan Laut yang diperkuat untuk mendukung survei dan pemetaan laut Indonesia. Dilansir dari tnial.mil.id, kapal tersebut resmi masuk jajaran TNI AL melalui upacara peresmian di Galangan Abeking & Rasmussen, Lemwerder, Jerman, 12 Februari 2026.

KRI Canopus 936 memiliki panjang 105 meter dan dirancang untuk beroperasi hingga 60 hari di laut. Kapal ini mampu melaksanakan survei mulai dari perairan dangkal hingga kedalaman laut mencapai 11.000 meter untuk mendukung pemetaan hidro-oseanografi.

Untuk mendukung kegiatan tersebut, KRI Canopus 936 dilengkapi berbagai perangkat dan wahana survei bawah air. Peralatan tersebut antara lain Autonomous Underwater Vehicle (AUV), Remotely Operated Vehicle (ROV), dan Unmanned Aerial Vehicle (UAV) yang digunakan dalam survei serta pemetaan dasar laut.

Kapal ini merupakan hasil kolaborasi galangan Abeking & Rasmussen dari Jerman dengan PT Palindo Marine di Batam. TNI AL menyebut KRI Canopus-936 juga mendukung kebutuhan survei hidrografi, oseanografi, geofisika, keselamatan pelayaran, serta operasi keamanan dan pencarian serta pertolongan di laut.

KRI Canopus 936 tiba di Indonesia dan disambut di Dermaga Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta, pada 11 Mei 2026 setelah menempuh pelayaran lintas benua dari Jerman. Kapal tersebut dioperasikan di bawah Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) untuk memperkuat kemampuan survei, pemetaan, dan pengelolaan data kelautan nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....