Kabut Asap, Sekolah di Banjarmasin Terapkan Pembelajaran Jarak Jauh
- 05 Sep 2026 18:23 WIB
- Banjarmasin
Poin Utama
- Sekolah di Banjarmasin menerapkan PJJ pada 7–9 September 2026.
- Kebijakan diberlakukan akibat kabut asap dan memburuknya kualitas udara.
- Dinkes Banjarmasin mencatat 6.841 kasus ISPA pada Juli 2026.
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Pemerintah Kota Banjarmasin mengalihkan kegiatan pembelajaran tatap muka menjadi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) menyusul kondisi kabut asap dan memburuknya kualitas udara. Kebijakan tersebut berlaku selama tiga hari, 7–9 September 2026, untuk jenjang TK, SD, dan SMP.
Kebijakan tersebut diambil sebagai langkah antisipasi terhadap dampak pencemaran udara bagi kesehatan peserta didik. Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin mencatat kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) mencapai 6.841 kasus pada Juli 2026.
Kondisi kualitas udara menjadi salah satu pertimbangan dalam penyesuaian pola pembelajaran di sekolah. Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin menyesuaikan pelaksanaan pembelajaran tatap muka berdasarkan tingkat pencemaran udara sesuai panduan penyesuaian layanan pendidikan.
Pelaksanaan PJJ bukan berarti kegiatan belajar diliburkan karena guru tetap memberikan materi melalui pembelajaran daring maupun penugasan. Orang tua juga diharapkan memastikan anak mengikuti pembelajaran dan mengurangi aktivitas di luar rumah selama kondisi udara belum membaik.
Pemerintah Kota Banjarmasin akan mengevaluasi kebijakan tersebut dengan memantau perkembangan kualitas udara dan kondisi kesehatan warga sekolah. Pola pembelajaran selanjutnya dapat disesuaikan berdasarkan nilai ISPU dan tingkat risiko kesehatan akibat paparan kabut asap.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....