Air Hujan Hasil Modifikasi Cuaca Aman, Ini Penjelasan BMKG

  • 05 Sep 2026 12:56 WIB
  •  Banjarmasin
Poin Utama
  • Pesan berantai di media sosial yang mengklaim air hujan dari Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) mengandung bahan berbahaya dan tidak boleh ditampung atau dimanfaatkan telah dipastikan sebagai hoaks oleh BMKG.
  • Adhitya Prakoso, Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor, menjelaskan bahwa OMC menggunakan natrium klorida (garam halus) yang merupakan bahan aman dan bukan bahan berbahaya.
  • Natrium klorida yang digunakan dalam proses pembentukan hujan tidak membuat air hujan menjadi tidak dapat dimanfaatkan atau ditampung.

RRI.CO.ID, Banjarbaru - Pesan berantai yang menyebut air hujan tidak boleh ditampung atau dimanfaatkan karena diduga mengandung bahan berbahaya beredar di media sosial. Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor, Adhitya Prakoso, memastikan informasi tersebut merupakan hoaks.

Adhitya menjelaskan, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) menggunakan natrium klorida atau garam halus untuk membantu proses pembentukan hujan. Bahan tersebut bukan bahan berbahaya yang membuat air hujan tidak dapat dimanfaatkan.

Kepala Pelaksana BPBD Kalimantan Selatan, Ronny Eka Saputra, mengatakan pihaknya belum mengetahui sumber pesan maupun infografis yang beredar tersebut. Ia juga belum dapat memastikan apakah informasi itu dibuat atau diterbitkan oleh lembaga tertentu.

Meski demikian, masyarakat perlu memperhatikan kondisi udara saat terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Partikel asap dan debu di udara dapat terbawa air hujan sehingga berpotensi masuk ke dalam tampungan.

Masyarakat yang ingin memanfaatkan air hujan dalam kondisi tersebut disarankan mengendapkan dan menyaringnya terlebih dahulu. Langkah itu dilakukan untuk mengurangi partikel asap dan debu yang mungkin terbawa bersama air hujan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....