Cegah Dampak Kabut Asap dengan Protokol 6M+1S

  • 05 Sep 2026 07:21 WIB
  •  Banjarmasin
Poin Utama
  • Kabut asap yang menyelimuti Kota Banjarmasin dalam beberapa pekan terakhir berdampak negatif pada aktivitas warga, khususnya di lingkungan satuan pendidikan.
  • Protokol 6M+1S merupakan panduan dari Kemendikdasmen yang mencakup enam langkah perlindungan.
  • Implementasi protokol 6M+1S dirancang untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan bagi peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan akibat penurunan kualitas udara.

RRI.co.id, Banjarmasin - Kabut asap yang menyelimuti Kota Banjarmasin dalam beberapa pekan terakhir berdampak pada aktivitas warga, termasuk di lingkungan satuan pendidikan. Kondisi kualitas udara yang memburuk membuat sekolah perlu menerapkan protokol 6M+1S untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan.

Dilansir dari Kemendikdasmen.go.id, protokol 6M+1S mencakup langkah perlindungan bagi peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan saat terjadi penurunan kualitas udara. Enam langkah 6M meliputi memeriksa kualitas udara melalui Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU), mengurangi aktivitas luar ruangan, menutup ventilasi dan menggunakan penjernih udara apabila tersedia, menghindari sumber asap dan polusi udara, menggunakan masker, serta menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Pemantauan ISPU menjadi dasar dalam menyesuaikan kegiatan di lingkungan sekolah. Ketika kualitas udara memburuk, aktivitas luar ruangan dikurangi, sedangkan ventilasi ruang kelas dapat ditutup dan penjernih udara digunakan apabila tersedia dan memungkinkan.

Selain 6M, protokol tersebut mencakup 1S atau Segera Konsultasi Medis. Langkah ini dilakukan apabila warga sekolah mengalami keluhan seperti batuk, sesak napas, atau gangguan kesehatan lainnya yang berkaitan dengan paparan polusi udara.

Penerapan 6M+1S dilakukan untuk mengurangi risiko kesehatan akibat kabut asap sekaligus menyesuaikan kegiatan pembelajaran dengan kondisi kualitas udara. Penyesuaian operasional sekolah perlu mempertimbangkan perkembangan kualitas udara serta kondisi kesehatan warga satuan pendidikan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....