Masjid Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari, Ikon Religi Baru Kalsel

  • 19 Agt 2026 07:46 WIB
  •  Banjarmasin
Poin Utama
  • Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin meresmikan Masjid Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari di kawasan Perkantoran Pemprov Kalsel pada Kamis, 13 Agustus 2026.
  • Masjid dengan luas bangunan utama 4.000 meter persegi di atas lahan 11,75 hektare mampu menampung sekitar 3.000 jemaah dengan arsitektur atap limas khas Banjar.
  • Peresmian masjid bertepatan dengan rangkaian peringatan Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalimantan Selatan dan dihadiri unsur Forkopimda serta ulama.

RRI.CO.ID, Banjarbaru – Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin meresmikan Masjid Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari di kawasan Perkantoran Pemprov Kalsel, Banjarbaru, Kamis, 13 Agustus 2026. Peresmian dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan ulama, bertepatan dengan rangkaian peringatan Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalimantan Selatan.

Masjid tersebut berdiri di atas lahan seluas 11,75 hektare dengan luas bangunan utama sekitar 4.000 meter persegi. Mengusung konsep atap limas yang menjadi ciri khas arsitektur Banjar, masjid ini mampu menampung sekitar 3.000 jemaah dan diproyeksikan menjadi salah satu ikon religi di Kalimantan Selatan.

Nama Masjid Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari diambil dari sosok ulama besar asal Martapura yang dikenal dengan sebutan Datu Kalampayan. Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari merupakan pengarang kitab Sabilal Muhtadin, yang menjadi salah satu rujukan penting dalam perkembangan keilmuan Islam di Nusantara.

Gubernur H. Muhidin berharap keberadaan masjid tersebut dapat menjadi pusat kegiatan keislaman yang terbuka bagi masyarakat. Selain sebagai tempat ibadah, masjid ini diharapkan menjadi ruang pembinaan spiritual sekaligus pembentukan karakter aparatur yang berintegritas.

Kehadiran Masjid Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari di kawasan perkantoran Pemprov Kalsel diharapkan dapat memperkuat aktivitas keagamaan dan hubungan sosial masyarakat. Pembangunan fasilitas ini menjadi bagian dari upaya pemerintah menghadirkan sarana ibadah yang representatif sekaligus memperkuat nilai-nilai keislaman di Kalimantan Selatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....