Mengenal Sejarah dan Budaya Kalimantan Selatan
- 12 Agt 2026 07:12 WIB
- Banjarmasin
Poin Utama
- Kalimantan Selatan akan merayakan hari jadinya yang ke-76 pada tanggal 14 Agustus 2026, sejak didirikan sebagai provinsi pada 14 Agustus 1950.
- Pembentukan Kalimantan Selatan sebagai provinsi dilakukan melalui Peraturan Pemerintah RIS Nomor 21 Tahun 1950 setelah pembubaran Republik Indonesia Serikat, dengan Banjarmasin sebagai ibu kota.
- Hari Jadi Kalimantan Selatan secara resmi ditetapkan pada 31 Mei 1989 berdasarkan Surat Keputusan DPRD Kalimantan Selatan Nomor 2 Tahun 1989.
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Kalimantan Selatan genap berusia 76 tahun pada 14 Agustus 2026. Provinsi di Pulau Kalimantan ini memiliki sejarah panjang serta kekayaan budaya masyarakat Banjar dan kelompok masyarakat lainnya, dengan Hari Jadi ditetapkan pada 14 Agustus 1950 berdasarkan Surat Keputusan DPRD Kalimantan Selatan Nomor 2 Tahun 1989 tanggal 31 Mei 1989.
Penetapan tersebut berkaitan dengan pembentukan Provinsi Kalimantan melalui Peraturan Pemerintah RIS Nomor 21 Tahun 1950 setelah pembubaran Republik Indonesia Serikat, dengan Banjarmasin sebagai ibu kota dan dr. Moerjani sebagai gubernur. Sebelumnya, wilayah Kalimantan Selatan merupakan bagian dari Karesidenan Kalimantan Selatan dalam Provinsi Kalimantan.
Kalimantan Selatan memiliki luas wilayah sekitar 38.744 kilometer persegi, dengan jumlah penduduk 4.330.144 jiwa pada semester pertama 2025, serta terdiri atas 11 kabupaten dan dua kota. Sejak 16 Maret 2022, ibu kota provinsi resmi berpindah dari Banjarmasin ke Banjarbaru.
Lambang daerah Kalimantan Selatan berbentuk perisai yang menggambarkan kewaspadaan, keteguhan dalam mempertahankan diri, dan semangat membangun daerah. Di dalamnya terdapat simbol bintang, rumah Banjar, intan, padi, dan batang karet yang merepresentasikan nilai ketuhanan, kebudayaan, sumber penghasilan, kehidupan masyarakat, serta semangat kemerdekaan melalui susunan angka 17-8-1945.
Kekayaan budaya Kalimantan Selatan tercermin melalui kain sasirangan, berbagai upacara adat seperti Aruh Adat Meratus, Mappanretasi, Badudus, dan Melabuh, serta kesenian daerah seperti Madihin dan Mamanda. Semangat masyarakat juga tercermin dalam motto “Waja Sampai Kaputing” yang bermakna perjuangan tanpa mengenal menyerah, serta “Lamun Tanah Banyu Kahada Dilincai Urang, Jangan Bacakut Papadaan” yang mengajarkan pentingnya persatuan dan tidak saling bertengkar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....