Harga Bapok Turun, Pasokan Pasar di Kobar Melimpah

  • 03 Nov 2025 15:38 WIB
  •  Palangkaraya

KBRN, Pangkalan Bun: Harga sejumlah komoditas utama menunjukkan tren penurunan dibandingkan minggu sebelumnya. Hal ini diumumkan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop UKM) Kabupaten Kotawaringin Barat melalui Kepala Bidang Perdagangan, Muhammad Suhendra, lewat laporan hasil pantauan harga barang pokok pada minggu kelima Oktober 2025, Senin (3/11/2025).

Berdasarkan data yang dihimpun, harga sejumlah komoditas utama menunjukkan tren penurunan dibandingkan minggu sebelumnya. Penurunan harga terutama terjadi pada komoditas beras jenis Lembu dan Lahap, cabai-cabaian, bawang merah, gula pasir eceran, serta daging ayam ras (boiler).

Dari hasil analisa, beras Lembu dan Lahap masing-masing mengalami penurunan harga sebesar 2,70% dari rata-rata minggu sebelumnya. Komoditas cabai menunjukkan fluktuasi cukup signifikan, di mana cabai merah besar turun hingga 18,46%, cabai merah keriting turun 6,15%, cabai rawit hijau turun 5,66%, dan cabai rawit merah turun 10,26%.

Sementara itu, harga bawang merah juga turun 8,00%, gula pasir eceran menurun 3,41%, dan daging ayam ras (boiler) mengalami penurunan sebesar 6,33%. Menurut Muhammad Suhendra, penurunan harga tersebut dipengaruhi oleh kondisi pasokan yang relatif melimpah di pasar.

"Harga beberapa komoditas mengalami penurunan karena pasokan dari daerah sentra produksi cukup lancar, sementara permintaan masyarakat masih dalam kondisi normal," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa fluktuasi harga cabai dan bawang merah merupakan fenomena musiman yang kerap terjadi akibat faktor cuaca dan distribusi. "Kami rutin melakukan koordinasi dengan para pedagang dan distributor untuk memastikan ketersediaan stok tetap terjaga dan harga tidak bergejolak menjelang akhir tahun," kata Suhendra.

Dengan kondisi harga yang cenderung menurun ini, Pemkab berharap daya beli masyarakat di Kabupaten Kotawaringin Barat dapat terjaga. "Kami akan terus melakukan pemantauan intensif terhadap perkembangan harga bahan pokok di lapangan," ia mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....