Pisang Gapi Komoditas Unggulan Petani Gorontalo
- 22 Mei 2025 09:04 WIB
- Gorontalo
KBRN, Gorontalo - Kepala Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo Muljady Mario mengungkapkan bahwa Provinsi Gorontalo menjadi salah satu penerima manfaat dari program Upland Project, sebuah proyek yang didanai oleh hibah Kementerian Pertanian yang berfokus pada pengembangan komoditas unggulan di daerah dataran tinggi.
Proyek ini berlokasi di Kabupaten Gorontalo dan menjadikan pisang gapi sebagai komoditas utama.
"Pisang gapi awalnya merupakan pisang lokal. Alhamdulillah lewat proyek ini, pisang gapi telah berhasil disertifikasi sebagai varietas nasional," jelas Muljady, Rabu (21/5/2025).
Melalui proyek ini, ditargetkan pengembangan lahan pisang gapi seluas 100 hektare. Hingga akhir 2024 sekitar 50 hektare lahan telah ditanami dan mulai berproduksi, melibatkan dua desa, yakni Desa Dulamayo dan Desa Toyidito.
Tahun ini pengembangan akan dilanjutkan di Desa Puncak seluas 30 hektare dan Dulamayo Selatan 20 hektare, guna mencapai target penuh 100 hektare.
Dari sisi pasar, pisang gapi menunjukkan potensi ekonomi yang menjanjikan. Harga pisang gapi per sisir berkisar antara Rp10.000 hingga Rp25.000, tergantung kualitas. Sementara itu, satu tandan pisang dapat dijual dengan harga Rp80.000 hingga Rp110.000.
"Ini sangat menguntungkan bagi petani. Bahkan sekarang banyak petani yang secara mandiri ingin ikut menanam pisang gapi," tambah Muljady.
Keunggulan pisang gapi juga kata Muljady, terletak pada cita rasa, tekstur, dan daya simpannya.
Berbeda dari jenis pisang lain yang mudah rusak dalam waktu satu minggu, pisang gapi mampu bertahan hingga dua minggu, sehingga cocok untuk distribusi jarak jauh.
Selain budidaya, Muljady mengatakan proyek ini juga menyentuh pengembangan infrastruktur pertanian seperti jalan usaha tani, embung, gudang penyimpanan, serta fasilitas pasca panen dan pengairan.
Petani-petani yang terlibat juga mendapat pelatihan dan magang ke berbagai daerah seperti Lampung, Bali, dan Malang.
"Proyek ini menyentuh seluruh rantai dari hulu hingga hilir. Harapannya, petani bisa mendapatkan alternatif sumber pendapatan yang meningkatkan kesejahteraan mereka," pungkasnya.
Kunjungan tim Project Implementation Unit dari pusat hari ini turut dilakukan untuk melakukan monitoring dan evaluasi atas progres yang telah dicapai bersama dinas pertanian provinsi dan kabupaten. (mcgorontaloprov/hldl)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....