Legislator Berikan Bantuan PIP-KIP untuk Anak Korban Terdampak Longsor Cisarua
- 07 Mar 2026 05:42 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Anggota DPR RI, Rajiv memberikan bantuan tunai pendidikan melalui PIP kepada anak-anak korban terdampak bencana longsor Bandung Barat. Ia berkomitmen untuk membantu anak-anak korban terdampak bencana longsor.
"Di sini yang terdampak korban, anak-anak sekolah SD, SMP dan SMA ini dapat PIP dari saya, masukin semuanya ke PIP sampai sekolahnya tuntas. Jadi bener-bener yang terdampak bencana, apalagi kalau anak ini yatim piatu," kata Rajiv melalui keterangannya pada Jumat, 6 Maret 2026.
Untuk itu, Rajiv meminta kepada kepala desa supaya melakukan pendataan terhadap anak-anak korban terdampak bencana longsor untuk mendapatkan PIP. Bahkan, Rajiv menegaskan akan membantu sampai tuntas pendidikan anak korban terdampak yang kehilangan orang tuanya atau yatim piatu.
"Khusus anak-anak apalagi anak yatim piatu, bila perlu sampai dapat KIP (Kartu Indonesia Pintar). Sekolah dari SD, SMP, SMA sampai KIP," ujar Anggota Komisi IV DPR RI ini.
Karena, ia ingin memastikan pendidikan anak-anak korban terdampak bencana tetap berjalan. Setidaknya, kata dia, satu persoalan utama keluarga korban dapat diselesaikan terkait pendidikan anak-anak.
"Minimal satu masalah sekolahnya selesai, tinggal kita pikirkan lagi masalahnya bersama-sama pemerintah daerah dan kementerian lain," katanya. Di samping itu, Rajiv juga ingin mendengarkan langsung kondisi para kelompok tani yang terdampak bencana longsor di Pasirlangu.
Menurut dia, banyak petani holtikultura di kawasan tersebut kehilangan lahan maupun sumber penghasilan penghidupan akibat bencana longsor. "Saya hadir juga ingin bertemu para kelompok tani yang terdampak," katanya.
Kata dia, saat ini Pemerintah Kabupaten Bandung Barat dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat sedang memikirkan pemindahan relokasi lahan pertanian. Sebab, ia menyampaikan Pemerintah Kabupaten atau Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang memang memiliki tanahnya.
"Nanti kalau lahannya sudah ditetapkan oleh provinsi atau kabupaten, tugas kami untuk menurunkan apa yang dibutuhkan oleh para petani holtikultura ini. Sehingga petani holtikultura ini bisa hidup kembali, bisa melanjutkan hidupnya, bisa membiayai keluarganya lagi," ucapnya.
Selain itu, Rajiv menyoroti potensi bencana alam yang cukup tinggi di wilayah Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, salah satunya akibat alih fungsi lahan. Ia mengungkapkan kawasan yang saat ini ditanami holtikultura sebelumnya merupakan hutan pinus yang memiliki fungsi penting dalam menyerap air.
Ketika pohon-pohon tersebut ditebang, kata dia, risiko bencana menjadi lebih besar. "Bandung Barat potensi bencana banyak sekali karena alih fungsi lahan," katanya.