Kementerian Ekraf Dorong Kreativitas Warga Aceh, Pulihkan Ekonomi Pascabencana

  • 29 Agt 2026 13:04 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kemenekraf melatih 70 fotografer dan videografer Aceh Tamiang melalui program fotografi dan storytelling pascabencana.
  • Kreativitas diarahkan menjadi peluang ekonomi melalui penguatan keterampilan visual, narasi, dan monetisasi konten digital.
  • Karya peserta akan dibukukan sebagai arsip visual pemulihan ekonomi kreatif pascabencana di Aceh Tamiang.

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Ekraf mempercepat pemulihan pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, melalui program “Cerita Pulih: Pelatihan Fotografi dan Storytelling”. Program tersebut mendorong masyarakat mengembangkan keterampilan, menghasilkan karya, sekaligus mengubah pengalaman bencana menjadi potensi ekonomi.

Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, mengatakan pemulihan pascabencana tidak hanya berfokus pada pembangunan kembali infrastruktur yang rusak. Ekonomi kreatif dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk membangun kembali semangat, kapasitas, dan kesempatan ekonomi melalui karya kreatif.

"Melalui ekonomi kreatif, masyarakat dapat menjadi bagian dari proses tersebut dengan menghasilkan karya yang merekam perjalanan mereka. Sekaligus membuka peluang ekonomi baru," ujar Menteri Ekraf, dikutip dari keterangannya, Sabtu, 29 Agustus 2026.

Program ini digelar Direktorat Penerbitan dan Fotografi Kementerian Ekraf. Kegiatan tersebut diikuti 70 fotografer dan videografer lokal di Karang Baru, Aceh Tamiang.

Peserta mendapat pelatihan fotografi, storytelling, dan penulisan naratif. Ini termasuk pemahaman mengenai peluang monetisasi karya melalui platform fotografi stok, media sosial, dan kanal digital.

Direktur Penerbitan dan Fotografi Kementerian Ekraf, Iman Santosa, mengatakan masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi objek cerita. Ia juga berharap masyarakat dapat menjadi pencerita dan pelaku utama pemulihan.

Sebagai salah satu hasil kegiatan, karya foto peserta akan dihimpun menjadi buku dokumentasi. Buku tersebut akan menjadi arsip visual proses rehabilitasi dan rekonstruksi ekonomi kreatif pascabencana di Aceh Tamiang.

Kegiatan serupa sebelumnya digelar di Padang Pariaman pada 20 Agustus 2026. Program tersebut akan berlanjut di Tapanuli Selatan pada 17 September 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....