LKPP Perkuat Pengadaan Internasional untuk Tingkatkan Daya Saing Global
- 11 Mei 2026 14:22 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta -Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai mitra pembangunan internasional untuk mendorong partisipasi pelaku usaha nasional dalam pengadaan barang/jasa internasional. Langkah ini dinilai strategis untuk meningkatkan daya saing usaha sekaligus mendukung agenda pembangunan nasional.
Dalam pembukaan Seminar Peluang Usaha - International Procurement Connect: Connecting Indonesian Businesses to International Opportunities Tahun 2026 yang digelar pada Kamis, 7 Mei 2026, Deputi Bidang Pengembangan Strategi dan Kebijakan M. Aris Supriyanto mengungkapkan bahwa pengadaan barang/jasa pemerintah memiliki potensi ekonomi yang sangat besar dan dapat menjadi pintu masuk bagi pelaku usaha untuk memperluas pasar internasional.
“Pemerintah ingin semakin banyak pelaku usaha Indonesia terlibat dalam ekosistem pengadaan United Nations Development Programme (UNDP) dan lembaga internasional lainnya. Apalagi saat ini jumlah penyedia dari Indonesia yang terdaftar di United Nation Global Procurement Market (UNGM) sebanyak 2778 entitas dengan jumlah total penyedia yang terdaftar di UNGM berada di kisaran 290 ribu entitas,” ujar Aris.
Lebih lanjut, Aris mengatakan bahwa tahun 2026 disebut sebagai momentum strategis dalam perjalanan pembangunan nasional mencakup agenda prioritas nasional sebagai bagian dari pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 menuju visi Indonesia Emas 2045.
“Pemerintah mendorong berbagai agenda prioritas nasional yang membutuhkan sistem pengadaan kredibel dan berkualitas. Untuk mencapai target pembangunan tersebut, tentunya perlu optimalisasi sumber pembiayaan alternatif melalui kolaborasi dengan mitra pembangunan internasional yang menjadi salah satu strategi utama,” katanya.
Senada dengan Aris, Head of Resident Coordinator Office UN in Indonesia Matthew David Johnson-Idan menyampaikan bahwa akses global menjadi peluang penting bagi pelaku usaha nasional untuk terhubung dengan pasar internasional sekaligus mendorong pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan, memperkuat sistem yang mendukung pengembangan pelaku usaha melalui kemitraan strategis dan kolaborasi. “LKPP dan UNDP secara konsisten berkomitmen menjadi mitra dalam menguatkan dan mendukung peluang pelaku usaha nasional hingga ke tingkat global,” ujar Matthew.
Melalui seminar ini, LKPP berharap semakin banyak pelaku usaha nasional mampu meningkatkan kapasitas agar dapat bersaing di pasar global. Kolaborasi antara pemerintah, lembaga internasional, dan sektor usaha dinilai menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem pengadaan yang inklusif, transparan, dan berkelanjutan guna mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. (Des)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....