DWP Kemenko Perekonomian dan WBI Dorong Perempuan Lestarikan Budaya Indonesia
- 06 Mei 2026 03:16 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- DWP dan WBI Dorong Perempuan Lestarikan Budaya Indonesia
- DWP dan WBI Dorong Perempuan Lestarikan Budaya
RRI.CO.ID, Jakarta - Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenko Perekonomian bersama Warisan Budaya Indonesia (WBI) terus komitmen terhadap kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan. DWP Kemenko Perekonomian dan WBI menyoroti peran perempuan dalam pelestarian budaya sebagai bagian penting dari identitas bangsa.
“Kami terus mengedepankan pelestarian budaya. Sebagai bagian dari pemberdayaan perempuan Indonesia," kata Ketua WBI, sekaligus Founder Warisan Budaya Indonesia, Yanti Airlangga, dalam pertemuan bertema “Kartini, Warisan Budaya Identitas Bangsa”, acara digelar di Gedung AA Maramis pada Selasa, 5 Mei 2026.
Acara tersebut menghadirkan pembacaan puisi oleh Melanie Subono serta penampilan sejumlah musisi, termasuk Kris Dayanti.
Selain itu, diskusi budaya yang dipandu Moza Paramita menghadirkan Suyin Pramono. Suyin mengangkat kekayaan wastra Indonesia sebagai warisan yang perlu terus dilestarikan.
Dalam kesempatan itu, WBI juga memberikan penghargaan Kartini Muda Award kepada perempuan muda yang berkontribusi dalam pengembangan budaya. “Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi bagi generasi muda yang menjaga dan mengembangkan warisan budaya Indonesia,” ujar Yanti Airlangga.
Salah satu penerima penghargaan adalah Nabila Shafia Misha. Desainer muda asal Tangerang yang telah menciptakan lini busana dengan sentuhan khas Indonesia.
Karyanya dinilai mampu memadukan detail modern dengan nilai budaya lokal secara santun dan kreatif. Penghargaan juga diberikan kepada desainer muda Anya yang dikenal mengangkat inspirasi wastra.
Termasuk kain khas Sumba, ke dalam desain modern. Inovasi tersebut dinilai mampu menarik minat generasi muda untuk lebih bangga menggunakan produk budaya Indonesia.
Selain itu, Ribie Siti Fardryan turut menerima Kartini Muda Award atas dedikasinya di dunia fashion berbasis wastra. Ia juga aktif menginspirasi anak-anak dari keluarga kurang beruntung untuk mengembangkan bakat di bidang fesyen.
Sebagai bagian dari rangkaian acara, DWP Kemenko Perekonomian dan WBI menggelar Bazar For Charity yang melibatkan pelaku UMKM budaya. “Melalui bazar ini, masyarakat tidak hanya berbelanja, tetapi juga berkontribusi dalam kegiatan kemanusiaan,” kata Yanti Airlangga.
Sebanyak 10 persen dari hasil penjualan bazar didonasikan kepada Rumah Harapan yang dikelola oleh Melanie Subono. Kegiatan ini menjadi bentuk nyata sinergi antara pelestarian budaya dan kepedulian sosial.
Peringatan Hari Kartini diharapkan tidak sekadar menjadi seremoni tahunan, tetapi juga momentum refleksi untuk melanjutkan perjuangan emansipasi perempuan. Nilai-nilai perjuangan Raden Ajeng Kartini diharapkan tetap relevan dalam konteks modern tanpa meninggalkan identitas budaya bangsa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....