LKPP Dorong Pengadaan Bersih dan Akuntabel demi Kepentingan Rakyat

  • 27 Apr 2026 09:38 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta – Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) Sarah Sadiqa, menegaskan bahwa tata kelola pengadaan barang/jasa bukan sekadar urusan tertib administrasi, melainkan instrumen vital untuk memastikan setiap rupiah uang negara berdampak konkret bagi masyarakat. Hal ini disampaikan Kepala LKPP saat memberikan penghargaan dalam acara Penganugerahan Penghargaan kepada Unit Kerja dan Satuan Kerja atas Capaian Kinerja Tata Kelola Terbaik Tahun 2025 yang digelar oleh Kemendikdasmen, Kamis, 23 April 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Sarah mengapresiasi kesungguhan satuan kerja yang telah bertransformasi dari sekadar memenuhi kewajiban formal menuju pengelolaan anggaran yang akuntabel, transparan, dan berintegritas. Sarah menekankan bahwa efektivitas pengadaan adalah kunci agar program-program strategis pemerintah, khususnya di sektor pelayanan publik, dapat dirasakan manfaatnya secara langsung bagi masyarakat.

Adapun penghargaan yang diberikan, terbagi menjadi beberapa berbagai kategori yakni kategori satuan kerja dengan anggaran besar, penghargaan diberikan kepada Biro Perencanaan dan Kerja Sama. Sementara itu, untuk kategori satuan kerja dengan anggaran sedang diberikan kepada Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, dan untuk kategori satuan kerja dengan anggaran kecil diberikan kepada Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Bengkulu. Sedangkan untuk kategori unit kerja diberikan kepada Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah.

Sarah menekankan bahwa keberhasilan para penerima penghargaan ini tidak lepas dari peran strategis Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa (UKPBJ) yang kini telah naik kelas ke level "Proaktif". Sarah juga menyampaikan apresiasinya kepada Jabatan Fungsional Pengadaan yang kini bertransformasi menjadi penggerak perubahan, bukan lagi sekadar pelaksana proses pemilihan. UKPBJ kini hadir memberikan advokasi dan bimbingan teknis sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan kontrak, guna memastikan eksekusi program tetap tepat kualitas, waktu, dan sasaran.

Menutup arahannya, Sarah Sadiqa berharap agar capaian ini menjadi teladan dan inspirasi yang dapat direplikasi secara lebih luas. Ia mengingatkan bahwa tantangan tata kelola ke depan akan semakin kompleks, sehingga profesionalisme serta integritas SDM pengadaan harus terus dijaga dan ditingkatkan. Baginya, penghargaan ini merupakan penanda bahwa standar kinerja harus terus bergerak maju guna memastikan seluruh program pembangunan memberikan nilai manfaat optimal bagi seluruh lapisan masyarakat. (Nit)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....