Indonesia Jadi Rujukan Karantina Modern, Delegasi Kamboja Belajar Sistem Digital

  • 10 Apr 2026 05:09 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Tangerang – Indonesia kembali menunjukkan pengaruhnya sebagai pusat rujukan karantina modern di kawasan. Hal itu terlihat saat Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Banten (Karantina Banten) menerima kunjungan kerja delegasi General Directorate for Agronomy (GDA), Ministry of Agriculture, Forestry and Fisheries (MAFF) Kamboja di Kantor Pelayanan Bandara Soekarno-Hatta, Rabu, 8 April 2026.

Kedatangan delegasi Kamboja ini bukan sekadar kunjungan seremonial, melainkan bagian dari upaya mereka untuk mempelajari secara langsung transformasi digital perkarantinaan Indonesia. Sistem yang dikembangkan Badan Karantina Indonesia (Barantin) dinilai semakin menjadi benchmark bagi negara lain dalam membangun layanan karantina yang cepat, aman, dan transparan.

Salah satu fokus utama kunjungan ialah penerapan sistem sertifikasi fitosanitari elektronik atau e-Phyto yang telah dioperasikan Barantin. Teknologi ini memungkinkan pertukaran data antarnegara secara real time, meminimalkan risiko pemalsuan dokumen, dan mempercepat layanan ekspor-impor komoditas pertanian.

Kepala Karantina Banten, Duma Sari, menegaskan kehadiran delegasi Kamboja menjadi bukti transformasi karantina Indonesia telah mendapat pengakuan internasional.

“Kunjungan ini adalah kepercayaan sekaligus pengakuan atas langkah modernisasi karantina Indonesia. Kami berharap pertukaran pengetahuan ini mendorong layanan karantina yang semakin modern, transparan, dan terintegrasi,” ujarnya.

Delegasi Kamboja juga mempelajari ekosistem logistik nasional yang telah dibangun pemerintah Indonesia melalui sistem Indonesia National Single Window (INSW) yang terhubung dengan berbagai instansi. Integrasi ini menjadi tulang punggung percepatan perizinan dan arus logistik di pelabuhan dan bandara.

Tak hanya mempelajari sistem, delegasi melihat langsung proses operasional di lapangan. Mereka menyaksikan penggunaan X-Ray mobile untuk pemeriksaan media pembawa, hingga fasilitas laboratorium tumbuhan yang berperan penting dalam analisis organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK).

Deputy Director of Plant Protection Sanitary and Phytosanitary Department GDA–MAFF Kamboja, Heng Chhun Hy, menyampaikan apresiasi atas kesempatan tersebut. Kunjungan ini, yang berlangsung dua hari termasuk agenda di kantor pusat Barantin, menurutnya memberikan wawasan komprehensif.

“Kami memperoleh banyak pengetahuan, mulai sistem hingga implementasi di lapangan. Ini menjadi pengalaman berharga untuk pengembangan sistem karantina di Kamboja,” ucapnya.

Ia juga mengapresiasi sinergi antara Karantina dengan Bea dan Cukai di Bandara Soekarno-Hatta. Sinergi itu dinilai membuat proses layanan bagi eksportir dan importir jauh lebih efisien.

Melalui kunjungan ini, Barantin menegaskan komitmennya memperluas jejaring kolaborasi internasional dan mendorong harmonisasi sistem karantina antarnegara. Langkah tersebut penting untuk memperkuat keamanan hayati sekaligus menjaga kelancaran arus perdagangan global.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....