HUT Ke-80 BSSN, Bangun Kedaulatan Siber untuk Menjawab Tantangan Geo Ekonomi Global

  • 06 Apr 2026 17:47 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Depok – Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) memperingati Hari Ulang Tahun Persandian ke-80 pada 4 April 2026, sebuah tonggak penting yang menandai delapan dekade pengabdian dalam menjaga keamanan informasi dan kedaulatan ruang siber Indonesia.

Upacara peringatan digelar di Kantor BSSN, Bojongsari, Depok, Senin, 6 April 2026, mengusung tema “Kedaulatan Siber Memperkuat Ketahanan Nasional Menghadapi Tantangan Geo-Ekonomi.”

Dalam sambutannya, Kepala BSSN Nugroho Sulistyo Budi mengulas sejarah panjang persandian Indonesia yang berawal dari pembentukan Dinas Kode pada 4 April 1946 oleh dr. Roebiono Kertopati. Ia menegaskan, selama 80 tahun perjalanan, persandian telah berkembang dari sistem tradisional penjaga rahasia negara menjadi kekuatan strategis dalam menghadapi berbagai ancaman siber yang semakin kompleks.

“Di era digital saat ini, lanskap ancaman siber berkembang semakin dinamis. Keamanan siber bukan lagi isu teknis semata, tetapi telah menjadi arena kompetisi geopolitik global,” ujar Nugroho.

Peran Strategis BSSN

Sejak dibentuk pada 2017, BSSN memegang mandat strategis untuk menyelenggarakan seluruh tugas di bidang keamanan informasi, komunikasi, dan persandian negara. Persandian tetap menjadi fungsi fundamental dalam melindungi informasi dan komunikasi strategis pemerintah.

“Oleh karena itu, penguatan keamanan siber dan sandi bukan lagi pilihan, melainkan keniscayaan. BSSN hadir sebagai garda terdepan untuk memastikan pelindungan nasional berjalan terstruktur, terintegrasi, dan berkelanjutan,” ia menegaskan.

Dalam peringatan tahun ini, Nugroho menegaskan bahwa kedaulatan siber harus dibangun di atas tiga pilar utama: kemandirian teknologi, keamanan data sebagai aset strategis, serta ketangguhan sistem yang mampu pulih cepat dari ancaman.

“Seluruh insan BSSN harus menyadari bahwa institusi ini berada di garis depan menjaga kepentingan nasional di era digital. Setiap langkah dan kebijakan harus mencerminkan tanggung jawab besar tersebut,” katanya.

Langkah Strategis BSSN

Memasuki usia ke-80, BSSN menyoroti sejumlah fokus prioritas, antara lain:

  • Penyusunan Rancangan Undang-Undang Keamanan dan Ketahanan Siber.
  • Percepatan pembentukan Tim Tanggap Insiden Siber (TTIS) pada sektor Infrastruktur Informasi Vital dan sektor privat.
  • Pembangunan kapasitas dan kapabilitas kelembagaan secara lebih agresif.

Rangkaian Peringatan HUT ke-80

Kegiatan peringatan HUT turut diisi dengan napak tilas persandian, ziarah ke makam Pendiri Persandian Indonesia Mayjen TNI (Purn) dr. Roebiono Kertopati dan para pahlawan persandian, bakti sosial pemeriksaan kesehatan gratis, donor darah, pemberian santunan, hingga penganugerahan Dharmabakti Persandian serta penghargaan kepada insan pers.

Selain itu, berbagai forum koordinasi nasional diselenggarakan untuk menyelaraskan strategi keamanan siber Indonesia ke depan.

Di akhir acara, BSSN mengajak seluruh elemen bangsa untuk memperkuat kolaborasi menjaga ruang siber nasional.

“Kedaulatan siber adalah fondasi ketahanan negara,” demikian pesan BSSN.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....