Mendiktisaintek Dorong Kampus Inovasi Daur Ulang Sampah

  • 16 Mar 2026 18:55 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Perguruan tinggi didorong lebih inovatif dalam mengelola dan mendaur ulang sampah berbasis riset. Upaya tersebut dinilai penting untuk mendukung solusi berkelanjutan dalam penanganan sampah di berbagai daerah.

“Satu kecamatan ada sekitar 100 ton sampah per hari. Kalau pemisahannya bagus, residu yang dibakar tinggal 10–20 ton,” kata Mendiktisaintek Brian Yuliarto, Senin, 16 Maret 2026.

Ia menyampaikan pengelolaan sampah perlu dilakukan secara terdesentralisasi dan terintegrasi dari hulu hingga hilir. Menurut Brian, pengelolaan sampah harus dimulai dari pemilahan di tingkat rumah tangga.

Tahap berikutnya dilakukan pengolahan residu melalui fasilitas pengolahan terpadu yang berbasis teknologi. Pendekatan tersebut dinilai dapat menekan volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir.

Selain itu, pengelolaan sampah juga membuka peluang ekonomi dari material yang masih memiliki nilai guna. Brian mencontohkan teknologi pengolahan sampah yang dikembangkan Universitas Islam Bandung atau Unisba.

Kampus tersebut memiliki teknologi plasma-assisted untuk membantu memecah senyawa berbahaya pada proses pembakaran residu. Teknologi tersebut dinilai memiliki potensi untuk diterapkan dalam skala yang lebih luas.

Menurut Brian, sistem pengolahan sampah dapat dilakukan melalui pendekatan bertingkat di berbagai wilayah. Pemilahan sampah dapat dimulai dari tingkat kelurahan sebagai tahap awal pengolahan.

Sampah yang telah dipilah kemudian dibawa ke tingkat kecamatan untuk proses pengolahan skala menengah. Residu yang tidak dapat didaur ulang selanjutnya diolah menggunakan teknologi khusus.

Pendekatan tersebut dinilai lebih efisien dari sisi logistik dan biaya dibandingkan sistem terpusat. Bian juga menekankan pentingnya pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu di setiap wilayah.

Rekomendasi Berita