Menbud: Cap Go Meh Bogor Tegaskan Harmoni Budaya
- 04 Mar 2026 19:25 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Bogor - Perayaan Cap Go Meh dalam rangkaian Bogor Street Festival (BSF) kembali menjadi panggung kebudayaan yang memperlihatkan kuatnya harmoni di tengah keberagaman masyarakat Indonesia. Festival yang telah menjadi agenda budaya tahunan di Kota Bogor itu tidak hanya menampilkan kemeriahan seni tradisi, tetapi juga menyampaikan pesan persatuan di tengah dinamika sosial dan global.
Momentum tersebut semakin terasa ketika perayaan tetap berlangsung meriah meski diguyur hujan dan bertepatan dengan suasana bulan suci Ramadhan. Kondisi itu justru memperlihatkan kedewasaan masyarakat dalam menjaga toleransi serta merawat nilai kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari.
“Perayaan Cap Go Meh ini merupakan satu bukti bahwa Indonesia, meskipun kita berbeda-beda, tetap hidup dalam harmoni. Perbedaan bukan ancaman, tetapi justru yang merekatkan kita,” ujar Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Rabu, 4 Maret 2026.
Ia menambahkan bahwa perayaan Cap Go Meh memperlihatkan proses akulturasi budaya yang tumbuh secara alami dalam kehidupan masyarakat. Tradisi Tionghoa berpadu dengan budaya lokal Sunda serta pengaruh budaya dari berbagai daerah dan bangsa yang selama ini hidup berdampingan di Indonesia.
Menurutnya, semangat Bhinneka Tunggal Ika harus terus dijaga sebagai fondasi kehidupan berbangsa. Perayaan budaya seperti Cap Go Meh diharapkan tidak hanya memperkuat identitas nasional, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat serta menjaga Indonesia tetap aman dan damai di tengah dinamika global.
Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan harapannya agar karnaval Cap Go Meh terus merefleksikan semangat persatuan melalui kekuatan seni budaya. Ia menilai seni memiliki peran penting dalam menyatukan masyarakat tanpa memandang latar belakang sosial.
Menurut Dedi, seni mampu menghapus sekat-sekat sosial yang sering muncul dalam kehidupan masyarakat. Melalui seni, masyarakat dapat merasakan kebahagiaan bersama serta memperkuat rasa kemanusiaan.
“Semoga karnaval ini mencerminkan spirit kita bahwa seni menyatukan manusia, dengan seni kita hidup tanpa kasta, dengan seni kita hidup punya rasa dan bahagia. Semoga hujan yang turun kali ini menjadi tanda rezeki yang tidak akan pernah berhenti,” ujarnya.
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim selaku tuan rumah menegaskan bahwa perayaan Cap Go Meh tahun ini menjadi simbol kebersamaan masyarakat Kota Bogor. Hal tersebut semakin penting di tengah situasi geopolitik global yang tidak menentu.
Ia menyatakan Pemerintah Kota Bogor terus berkomitmen menjaga persatuan sebagai kekuatan utama daerah. Menurutnya, kebersamaan masyarakat menjadi modal sosial penting dalam menjaga stabilitas dan keharmonisan kota.
Secara historis, Bogor Street Festival Cap Go Meh telah diselenggarakan lebih dari satu dekade dan berkembang menjadi salah satu agenda budaya unggulan di Jawa Barat. Festival ini tidak hanya menjadi ruang ekspresi budaya, tetapi juga menjadi daya tarik wisata yang memperkuat identitas Kota Bogor sebagai kota yang menjunjung tinggi keberagaman.
Pada tahun ini, festival menitikberatkan partisipasi komunitas lokal dengan menghadirkan berbagai pertunjukan seni tradisional. Beragam kolaborasi lintas etnis juga ditampilkan sebagai gambaran akulturasi budaya Tionghoa dengan budaya lokal Sunda yang telah lama hidup berdampingan di Kota Bogor.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....