Pangan RI Naik Rp158,38 T Setahun, Impor Turun Rp34,08 T
- 15 Feb 2026 16:52 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Langkah Presiden Prabowo Subianto melakukan deregulasi dan menambah anggaran untuk sektor pertanian berhasil meningkatkan produksi pangan nasional. Hanya dalam setahun, Indonesia sukses mencapai swasembada beras.
Menteri Pertanian Amran Sulaiman dalam Indonesia Economic Outlook di Jakarta, Jumat 13 Februari 2026, mengatakan salah satu aturan yang dipangkas Prabowo adalah mengenai distribusi pupuk subsidi. Dari sebelumnya ada 145 regulasi yang membutuhkan tanda tangan 12 menteri serta 38 gubernur dan 514 bupati/wali kota, kini hanya butuh tanda tangan Menteri Pertanian, Pupuk Indonesia Holding Company, dan Gapoktan.
Pupuk jadi sampai tepat waktu ke petani pada masa tanam. Produksi pangan melonjak, kesejahteraan petani meningkat. Indonesia tak perlu lagi impor beras, jagung untuk pakan ternak, dan sebagainya.
Dampaknya lagi, impor pangan Indonesia turun signifikan dan sebaliknya ekspor melesat. Menteri Amran mengungkapkan ekspor pertanian Indonesia sepanjang Januari-Oktober 2025 mencapai Rp 629, 76 triliun atau naik Rp 158,38 triliun (33,6 persen) dibanding periode yang sama tahun 2024.
Di sisi lain, impor pangan pada Januari-Oktober 2025 sebesar Rp 321,14 triliun atau turun 9,49 persen dibanding Januari-Oktober 2024 yang sebesar Rp 355,22 triliun. Penurunannya mencapai Rp 34,08 triliun.
"Karena kebijakan tadi deregulasi yang dikeluarkan Bapak Presiden, ekspor (pertanian) kita naik jadi Rp 158 triliun. Tetapi impor kita turun Rp 34 triliun," ujar Amran.
Amran menjelaskan, penurunan impor ini di antaranya karena keberhasilan meningkatkan produksi beras dan jagung.
"(Impor) jagung pakan ini nol, tidak ada impor tahun 2025. Indonesia juga menurunkan harga beras dunia karena dulunya impor 7 juta ton, kurang lebih Rp 100 triliun," ucap Amran.
Dukungan Prabowo untuk sektor pertanian tak hanya memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan petani.
"NTP (Nilai Tukar Petani) naik ke 125. Stok (beras) kita tertinggi sepanjang sejarah 4 juta," kata Amran mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....