BRIN Kembangkan Alat Deteksi Pola Jalan Manusia

  • 10 Feb 2026 17:54 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Bandung - Peneliti Ahli Pertama Pusat Riset Mekatronika Cerdas (PRMC) Organisasi Riset Elektronika dan Informatika, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Bahrudin mengembangkan smart footwear sebagai teknologi berbasis mekatronika cerdas untuk mendeteksi pola berjalan (gait pattern) manusia. Alat ini berpotensi dimanfaatkan dalam pemantauan kesehatan dan rehabilitasi. 

Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan kunjungan ilmiah Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) di Kawasan BRIN Bandung, Senin 9 Februari 2026. Smart footwear, jelas Bahrudin, dirancang untuk membaca distribusi gaya tekan pada telapak kaki menggunakan sensor yang tertanam pada sol sepatu. 

Sensor tersebut menangkap tekanan saat kaki menyentuh permukaan tanah, kemudian mengirimkan data secara nirkabel ke sistem kendali untuk diolah menjadi informasi pola berjalan untuk dianalisis lebih lanjut. “Setiap fase berjalan menghasilkan karakteristik tekanan yang berbeda, dari analisis gait pattern ini, ketidakseimbangan beban antara kaki kanan dan kiri dapat diidentifikasi secara objektif,” jelas Bahrudin.

Lebih lanjut, Bahrudin menjelaskan bahwa ketidakseimbangan tersebut sering kali tidak disadari oleh individu karena secara visual seseorang merasa berjalan lurus. Namun, melalui pendekatan berbasis data, kondisi berjalan dapat dipantau secara lebih akurat dibandingkan pengamatan visual semata. 

Informasi ini menjadi penting sebagai dasar dalam pemantauan kesehatan, terutama yang berkaitan dengan mobilitas tubuh. “Melalui data yang terekam secara kontinu, pola berjalan seseorang dapat dipelajari dan dibandingkan dari waktu ke waktu, hal ini membuka peluang pemantauan kondisi berjalan secara lebih terukur,” kata Bahrudin menambahkan.

Teknologi smart footwear ini terintegrasi dengan sistem komunikasi dan cloud melalui application programming interface (API). Integrasi tersebut memungkinkan data hasil pengukuran ditampilkan dan disimpan secara sistematis, sehingga dapat dimanfaatkan untuk analisis lanjutan maupun pengembangan teknologi pendukung mobilitas di masa mendatang.

Dalam pengembangannya, riset analisis gait pattern ini menjadi bagian dari upaya PRMC BRIN dalam menghadirkan teknologi mekatronika cerdas yang adaptif dan aplikatif sesuai kebutuhan di lapangan. Pendekatan ini menempatkan teknologi tidak hanya sebagai perangkat teknis, tetapi juga sebagai solusi berbasis data yang mendukung peningkatan kualitas hidup manusia.

Di akhir paparannya, Bahrudin berharap melalui penelitian ini dapat meningkatkan kesehatan manusia. “Melalui pengembangan smart footwear, BRIN terus mendorong pemanfaatan riset berbasis data dan teknologi mekatronika cerdas untuk mendukung pemantauan kesehatan dan mobilitas manusia secara lebih terukur dan berkelanjutan,” ucapnya.

Dalam sambutannya, Ketua Program Studi Sistem Informasi UBSI, Sriyadi, menyampaikan bahwa kunjungan ke BRIN memberi pengalaman langsung mengenai bagaimana riset dikembangkan hingga menghasilkan teknologi yang bermanfaat. “Kegiatan ini menjadi media pembelajaran bagi mahasiswa untuk mengenal lebih dekat proses riset dan inovasi dan memahami bagaimana riset dikembangkan dan bagaimana hasilnya dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari,” ucap Sriyadi. (wha, kpv/ ed. kg,jml)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....