Mendes Dorong Nias Utara Jadi Eksportir Kelapa

  • 10 Feb 2026 17:46 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto mendorong Kabupaten Nias Utara, Sumatra Utara, untuk mengembangkan potensi kelapa sebagai komoditas unggulan daerah. Pengembangan tersebut diarahkan hingga Nias Utara mampu menjadi daerah eksportir kelapa.

Dorongan itu disampaikan Mendes Yandri saat menerima audiensi Bupati Nias Utara Amizaro Waruwu di Kantor Kemendes PDT, Jakarta, Selasa, 10 Februari 2026. Ia menegaskan pemerintah pusat siap mendukung penguatan ekonomi desa berbasis potensi lokal.

“Kami di Kemendes PDT memiliki sejumlah program yang akan kami salurkan ke Kabupaten Nias Utara,” kata Mendes Yandri. Ia juga memastikan akan melakukan kunjungan langsung ke daerah tersebut.

Menurut Mendes, pengembangan kelapa, termasuk pembangunan pabrik pengolahan, dapat menjadi pengungkit utama pertumbuhan ekonomi Nias Utara. Nilai tambah dari hilirisasi diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

“Masyarakat Nias Utara harus semangat,” ujarnya. Ia menilai potensi kelapa di daerah tersebut sangat besar untuk dikembangkan secara berkelanjutan.

Dalam pertemuan itu, Bupati Nias Utara Amizaro Waruwu menyampaikan sejumlah persoalan yang masih dihadapi daerahnya. Mulai dari keterbatasan akses jalan, infrastruktur dasar, hingga wilayah blank spot dan desa yang belum teraliri listrik.

Amizaro menegaskan, Nias Utara merupakan satu-satunya kabupaten di Sumatera Utara yang masih berstatus daerah tertinggal. Kondisi tersebut, menurutnya, membutuhkan afirmasi khusus dari pemerintah pusat.

“Oleh karena itu, kami berharap program-program Kemendes PDT dapat menyasar langsung ke desa-desa di Nias Utara,” kata Amizaro. Ia menilai dukungan tersebut penting untuk mempercepat pembangunan daerah.

Menanggapi hal tersebut, Mendes Yandri menegaskan komitmen Kemendes PDT untuk terlibat aktif dalam penyelesaian berbagai persoalan di Nias Utara. Pemerintah pusat, kata dia, tidak akan membiarkan daerah tertinggal berjalan sendiri.

“Pak Bupati ini terus berjuang karena kondisi Nias Utara memang masih berstatus daerah tertinggal,” ujar Mendes Yandri. Ia menambahkan, masih banyak desa di wilayah tersebut yang memerlukan perhatian khusus.

Mendes memastikan Kemendes PDT akan menyiapkan program-program yang menyasar langsung ke desa-desa Nias Utara. Program tersebut diharapkan mampu menjawab persoalan infrastruktur sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....