Mendikdasmen Dorong Sekolah Terapkan Program Nasional ASRI
- 09 Feb 2026 15:55 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengajak seluruh satuan pendidikan menerapkan program nasional Indonesia yang Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI). Program tersebut baru saja dicanangkan Presiden Prabowo Subianto sebagai bagian dari penguatan karakter dan kualitas lingkungan hidup.
Mu’ti menegaskan sekolah memiliki peran strategis sebagai ruang pembiasaan nilai-nilai ASRI sejak dini. Menurutnya, sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat transfer pengetahuan, tetapi juga ruang pembentukan keberanian intelektual, ketangguhan spiritual, dan kepekaan sosial peserta didik.
“Sekolah yang aman dan nyaman juga harus menjadi sekolah yang asri. Lingkungan yang bersih, sehat, sejuk, dan tertata akan mendukung suasana belajar yang menyenangkan sekaligus membentuk kebiasaan hidup tertib dan bertanggung jawab pada peserta didik,” ujar Mu’ti di Jakarta, Senin, 9 Februari 2026.
Ia menjelaskan pembiasaan menjaga kebersihan, pengelolaan sampah, pengurangan penggunaan plastik, hingga penciptaan ruang kelas yang nyaman merupakan bagian dari integrasi sekolah dengan semangat Indonesia yang ASRI. Langkah tersebut dinilai penting untuk membangun budaya hidup sehat dan berkelanjutan di lingkungan pendidikan.
“Sekolah yang aman adalah sekolah di mana anak-anak merasa tenang untuk belajar, berani menyampaikan pendapat, dan tidak takut melakukan kesalahan,” ujarnya. Keberanian intelektual ini, kata Mu’ti, perlu terus dipupuk agar rasa ingin tahu peserta didik tumbuh dan terfasilitasi dengan baik.
Mu’ti menambahkan keamanan spiritual juga menjadi bagian penting dalam proses pendidikan. Peserta didik perlu mendapatkan pendampingan nilai keimanan dan moral secara berkelanjutan melalui keteladanan dan pembiasaan, bukan sekadar hafalan.
Selain itu, ia menaruh perhatian pada aspek keamanan sosial di lingkungan sekolah. Perundungan, menurutnya, masih menjadi tantangan yang harus terus ditekan melalui pembangunan budaya saling menghormati, empati, dan tanggung jawab bersama.
Mu’ti juga menilai ikrar yang dibacakan secara rutin oleh peserta didik dan pendidik menjadi fondasi kuat dalam membangun disiplin. Ikrar tersebut dinilai efektif menanamkan nilai tanggung jawab sejak dini.
“Ikrar yang tadi dibacakan itu luar biasa dan mendukung program kami, terutama terkait larangan merokok,” katanya. Ia menyebut hal itu dapat menjadi contoh sekolah model tingkat nasional dengan ribuan peserta didik yang bebas dari perilaku merokok.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....