BSSN dan BP Taskin Kerja Sama Keamanan Siber
- 27 Jan 2026 10:52 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Siber dan Sandi Negara menjalin kerja sama strategis dengan Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan. Kerja sama ditandai penandatanganan Nota Kesepahaman di Kantor BP Taskin, Jakarta.
Penandatanganan berlangsung pada Senin, 26 Januari 2026. Nota Kesepahaman ditandatangani Kepala BSSN Nugroho S. Budi dan Kepala BP Taskin Budiman Sudjatmiko.
Kegiatan tersebut disaksikan Wakil Kepala BP Taskin Iwan Sumule. Hadir pula Sekretaris Utama BSSN Y.B. Susilo Wibowo.
Nota Kesepahaman ini menjadi dasar kerja sama strategis lintas sektor. Ruang lingkupnya mencakup pengamanan teknologi informasi dan komunikasi.
Kerja sama juga meliputi pemanfaatan sertifikat elektronik untuk keamanan transaksi digital. Selain itu, dilakukan pengembangan sumber daya manusia dan kapabilitas keamanan siber.
Ruang lingkup lainnya mencakup pertukaran data dan informasi antarinstansi. Program literasi serta kampanye keamanan siber juga menjadi bagian kerja sama.
Kepala BP Taskin Budiman Sudjatmiko menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Ia menyebut dinamika global memicu pergeseran tantangan sosial dan kelembagaan.
Budiman menggambarkan kondisi tersebut sebagai situasi liquifaksi sosial. Menurutnya, kemiskinan di ruang fisik berkaitan dengan tantangan di ruang siber.
Ia menilai transformasi digital menjadi bagian penting pengentasan kemiskinan. Pemanfaatan teknologi harus disertai sistem keamanan yang kuat.
Sementara itu, Kepala BSSN Nugroho S. Budi memaparkan kebijakan keamanan siber nasional. Kebijakan tersebut berlandaskan empat platform utama BSSN.
Platform itu mencakup penguatan koordinasi lintas sektor. Selain itu, dilakukan pematangan sumber daya manusia siber nasional.
Platform lainnya meliputi penyempurnaan tata kelola dan standar keamanan siber. Penguatan infrastruktur serta teknologi siber juga menjadi prioritas.
Keempat platform menjadi kerangka sinergi antara BSSN dan BP Taskin. Sinergi ini mendukung pemanfaatan sistem elektronik yang aman.
Melalui Nota Kesepahaman ini, kedua lembaga berkomitmen memperkuat kolaborasi berkelanjutan. Keamanan siber diintegrasikan sejak tahap perencanaan program.
Langkah tersebut diharapkan mendukung pengentasan kemiskinan yang optimal dan aman. Kerja sama ini juga meningkatkan kepercayaan publik terhadap transformasi digital pemerintah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....