Menelusuri Jejak Manuskrip Nusantara lewat Watermark
- 19 Des 2025 08:09 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Badan Riset dan Inovasi Nasional memperkuat kolaborasi riset lintas negara untuk pelestarian manuskrip Nusantara. Kerja sama dengan Universiti Kebangsaan Malaysia (UMKM) menitikberatkan kajian cap kertas atau watermark.
Kolaborasi tersebut dibahas dalam diskusi ilmiah Pusat Riset Khazanah Keagamaan dan Peradaban BRIN di Jakarta. Riset watermark dinilai penting menelusuri sejarah penyalinan naskah di Alam Melayu.
Kepala OR Arbastra BRIN Herry Yogaswara menilai kolaborasi riset tidak cukup bertumpu pada dokumen formal. Ia menyebut kesepahaman dan intensitas pertemuan ilmiah sebagai kunci kerja sama.
“MoU yang terpenting adalah understanding-nya,” ujar Herry. Ia menegaskan pertemuan ilmiah menjadi fondasi utama kolaborasi riset ke depan.
Herry menyatakan BRIN membuka berbagai skema kolaborasi dengan peneliti UKM. Skema tersebut meliputi postdoctoral, visiting researcher, dan visiting professor.
Direktur ATMA UKM Asyaari Muhamad menilai kolaborasi dengan BRIN sangat strategis. ATMA fokus pada kajian peradaban Alam Melayu lintas disiplin.
“ATMA tidak hanya mengkaji bahasa dan sastra,” kata Asyaari. Ia menyebut kajian ATMA mencakup arkeologi, falsafah, sejarah, hingga sains.
Asyaari menjelaskan ATMA memiliki portal kajian Alam Melayu berbasis puluhan data manuskrip. ATMA juga mengelola dua jurnal ilmiah untuk publikasi bersama.
Periset BRIN Ali Akbar menjelaskan kajian watermark penting menentukan waktu penyalinan naskah. Sekitar 90 persen naskah Nusantara tidak memiliki kolofon.
“Identifikasi cap kertas menjadi kunci,” ujar Ali. Metode ini membantu memperkirakan tarikh dan konteks penyalinan naskah.
Ali menyebut penelitian selama ini bergantung pada katalog cap kertas Eropa. Katalog tersebut berasal dari abad ke-17 dan ke-18.
BRIN kini menginisiasi basis data cap kertas Nusantara berbasis naskah lokal. “Target kami membangun database cap kertas Nusantara,” kata Ali.
Peneliti UKM Ros Mahwati memaparkan kajian watermark Mushaf Al-Qur’an Terengganu. Mushaf tersebut dikenal unik dari sisi dekorasi dan penjilidan.
Ia menyebut kolaborasi BRIN-UKM membuka penelusuran sejarah produksi kertas. Kajian ini juga menyingkap jalur distribusi kertas Alam Melayu.
“Kajian ini bukan hasil akhir,” kata Ros Mahwati. Ia menilai riset tersebut menjadi pembuka penelitian manuskrip lebih mendalam.
Diskusi ilmiah ini memperkuat sinergi riset BRIN dan UKM. Kerja sama diharapkan berlanjut pada penelitian regional berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....