Teknologi Navigasi Satelit untuk Mitigasi Bencana Alam
- 18 Nov 2025 11:18 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Teknologi navigasi satelit kini menjadi infrastruktur penting bagi berbagai sektor pembangunan nasional. Teknologi ini mendukung transportasi, survei, pertambangan, mitigasi bencana, keselamatan, dan komunikasi digital.
Pernyataan tersebut disampaikan Kepala BRIN Arif Satria saat membuka Workshop GNSS di Gedung BJ Habibie Jakarta. Kegiatan ini digelar melalui kolaborasi BRIN dan United Nations Office for Outer Space Affairs.
Arif menyebut Indonesia aktif berpartisipasi dalam UNCOPUOS dan ICG terkait kerja sama ruang angkasa. Indonesia ikut membahas interoperabilitas sistem, keberlanjutan, dan penggunaan GNSS secara bertanggung jawab.
“Aplikasi GNSS memiliki berbagai manfaat mulai dari pemetaan, penerimaan sinyal, perencanaan hingga mitigasi bencana,” ujarnya. Ia menegaskan teknologi ini telah terintegrasi dalam prioritas pembangunan nasional.
Arif menambahkan pemerintah mendorong inovasi untuk meningkatkan kualitas hidup melalui pemanfaatan GNSS. Ia menilai teknologi ini penting untuk mendukung infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi.
“Namun demikian, terdapat sejumlah tantangan yang masih perlu diatasi, seperti keterbatasan akses infrastruktur,” ucapnya. Ia juga menyoroti perlunya peningkatan kapasitas SDM dan pemerataan teknologi.
Arif berharap workshop ini memperluas jejaring peserta dan membuka peluang kolaborasi baru. “Kami berharap diskusi hari ini melahirkan gagasan konstruktif bagi masa depan GNSS,” ujarnya.
Perwakilan UNOOSA Sharafat Gadimova menyatakan workshop ini langkah penting memperkuat kolaborasi global. Ia menilai penguatan kerja sama satelit mendukung pembangunan berkelanjutan.
Sharafat menyoroti tantangan global seperti ketimpangan antarnegara dan tekanan sumber daya alam. “Tantangan ini hanya dapat dikelola melalui kerja sama internasional yang kuat,” katanya.
Pentingnya satelit ditegaskan Direktur Eksekutif INASA Erna Sri Adiningsih dalam sesi pemaparan. Ia mengatakan integrasi GNSS dan penginderaan jauh mendukung pencapaian SDGs.
“Peran tersebut terlihat dari beragam peta dan citra satelit untuk berbagai kebutuhan,” ucapnya. Ia menyebut teknologi satelit menjadi fondasi pengelolaan lingkungan berbasis data.
Erna menjelaskan pemanfaatan optimal GNSS memerlukan ekosistem yang kuat dan berkelanjutan. Ekosistem itu mencakup operasi satelit andal, infrastruktur modern, dan akses teknologi terjangkau.
Ia juga menyinggung tantangan seperti sampah antariksa dan keterbatasan infrastruktur darat. “Selanjutnya, isu kompatibilitas sistem global dan rendahnya akses teknologi di wilayah terpencil,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....