Menbud: Indonesia Rumah Megabiodiversitas dan Budaya

  • 12 Nov 2025 16:35 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Kupang: Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon menegaskan Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang sangat tinggi. Ia menyebut Indonesia termasuk negara megabiodiversitas dengan ragam budaya yang luas.

“Kami adalah rumah bagi lebih dari 280 juta jiwa yang tersebar di lebih dari 17.000 pulau, mencakup 1.340 kelompok etnis. Kami penjaga 780 bahasa, sekitar 10 persen dari warisan bahasa dunia,” kata Fadli di Kupang, NTT, Rabu (12/11/2025).

Fadli menyampaikan hal itu saat membuka Indonesia-Pacific Cultural Synergy (IPACS) 2025. Acara dihadiri oleh empat Menteri Kebudayaan dari Fiji, Kepulauan Salomon, Papua Nugini, dan New Caledonia.

Ia menjelaskan bagian Timur Indonesia menjadi rumah bagi lebih dari 300 bahasa daerah. Jumlah itu mewakili sekitar 42 persen keragaman linguistik nasional.

“Namun, lanskap budaya kita kini menghadapi tantangan besar. Sekitar 73 persen situs warisan dunia UNESCO terancam oleh bencana terkait air, banjir, badai, erosi, dan kenaikan permukaan laut,” ujarnya.

Fadli menilai krisis ini berkembang cepat menjadi darurat budaya skala sistemik. Ancaman itu juga berisiko merusak mata pencaharian, warisan, dan pengetahuan budaya.

Ia menambahkan banyak pelaku budaya di negara kepulauan masih terputus dari platform teknologi. Padahal jaringan global kini menjadi sarana utama penyebaran nilai dan karya budaya.

“Potensi budaya kita hanya dapat terwujud sepenuhnya jika kita berkomitmen pada kerja sama dan kemitraan. Dengan semangat merayakan budaya bersama dan kearifan komunitas,” katanya.

Menteri menegaskan budaya berperan sebagai kekuatan pemersatu kawasan Pasifik. Selain itu, budaya juga penggerak pembangunan berkelanjutan dan kekuatan vital kerja sama regional.

“Inilah alasan mengapa IPACS 2025 diselenggarakan sebagai wadah kolektif budaya Pasifik. Melalui residensi seni, pameran, dialog tingkat menteri, dan sesi pleno,” ujarnya.

Fadli menuturkan IPACS berupaya memperkuat jejaring budaya antara Indonesia dan negara Pasifik. Program ini memfasilitasi kolaborasi dan memperkaya dinamika dialog lintas budaya.

Ia juga menekankan bahwa Indonesia termasuk salah satu peradaban tertua di dunia. Bukti arkeologi, seperti fosil Homo erectus di Sangiran, Trinil, dan Ngandong, berusia lebih dari 1,8 juta tahun.

"Di Flores, penemuan Homo floresiensis menunjukkan manusia purba telah mencapai Wallacea, menyeberangi laut terbuka ratusan ribu tahun lalu,” katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....