BRIN Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Teknologi Pengemasan
- 18 Sep 2025 10:52 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Direktur Pemanfaatan Riset dan Inovasi BRIN, Driszal Fryantoni, menyebut pengemasan masih menjadi kendala utama UMKM. Untuk itu, BRIN hadir mendukung pengembangan usaha kecil agar tetap berdaya saing.
“Seringkali UMKM ingin mengekspor atau mendistribusikan produk lebih luas dengan menjaga kualitas,” ucap Driszal. Pernyataan itu ia sampaikan saat penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Rumah BUMN Bandung, Jumat (12/9/2025).
Kerja sama ini bertujuan mendiseminasikan hasil riset dan inovasi BRIN. Fokus utama diarahkan pada UMKM binaan Rumah BUMN Bandung di Jawa Barat.
“Dengan riset BRIN, kami berkomitmen memberi bimbingan dan supervisi. Caranya melalui pelatihan teknologi pengemasan bagi UMKM,” kata Driszal.
Ia berharap pelatihan dapat memperpanjang masa simpan produk sekaligus menjaga kualitas. Hilirisasi riset ini menjadi bentuk kehadiran BRIN di masyarakat.
Chief Executive Officer Rumah BUMN Bandung, A. Radinal Pramudha Sirat, menilai kolaborasi ini memberi peluang besar. Ia mendorong pelaku UMKM untuk benar-benar menerapkan materi pelatihan.
“Melalui PKS dan pelatihan pengemasan, kami ingin memajukan produk UMKM Jawa Barat,” ujar Radinal. Ia menambahkan, anggota Rumah BUMN Bandung juga harus aktif mengimplementasikan pengetahuan tersebut.
Pada kesempatan yang sama, peneliti BRIN Mahargono Kobarsih menekankan pentingnya pengemasan produk UMKM. Menurutnya, kemasan memiliki fungsi lebih dari sekadar wadah.
“Kemasan adalah ilmu, seni, sekaligus teknologi melindungi produk untuk distribusi, penyimpanan, penjualan, dan penggunaan,” ucap Mahargono.
Selain menjaga produk, pengemasan juga menambah nilai, menarik konsumen, memperpanjang masa simpan, dan berperan sebagai media promosi. “Dengan demikian nilai jual produk meningkat,” kata Mahargono.
Ia juga mengingatkan pentingnya pemilihan bahan pengemas. Mulai dari kaleng, plastik, kertas, hingga gelas, setiap bahan memiliki karakteristik berbeda.
Penggunaan bahan pengemas tepat diyakini memperkuat daya saing UMKM. BRIN mengharapkan, pelaku usaha makin siap menembus pasar lebih luas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....