Kolaborasi Nuklir Indonesia-Rusia Dorong Penguatan SDM dan Riset
- 18 Jul 2025 09:26 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Kerja sama internasional kembali menguat dalam bidang teknologi nuklir. Kolaborasi strategis antara Politeknik Teknologi Nuklir Indonesia dan Tomsk Polytechnic University (TPU) dari Rusia menjadi momentum penting untuk mempercepat pengembangan kapasitas sumber daya manusia (SDM) dan teknologi di Indonesia.
Deputi Bidang Sumber Daya Manusia Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (SDMI) BRIN, Edy Giri Rachman Putra, menyampaikan bahwa kerja sama ini membuka peluang besar untuk meningkatkan penguasaan teknologi nuklir di masa depan.
“Kolaborasi ini akan mempercepat akselerasi kemampuan kita dalam menguasai teknologi nuklir di masa depan. Ini mencakup penguatan kapasitas dosen, peneliti, maupun mahasiswa,” ujar Edy saat menerima Courtesy Visit delegasi TPU dan Rosatom di Gedung B.J. Habibie, Jakarta, Rabu (16/7/2025).
Dari pihak Rosatom, Head of Regional Office Indonesia, Anna Belokoneva, menilai diskusi dengan BRIN sangat produktif. Fokus utama mencakup revitalisasi fasilitas nuklir, terutama di Puspiptek, Serpong.
“Kami sangat terkesan dengan potensi fasilitas nuklir di Serpong yang kami kunjungi kemarin. Ada peluang besar untuk membangun kolaborasi antara Rosatom, BRIN, dan Tomsk Polytechnic University, baik dari sisi teknis maupun pengembangan SDM di bidang nuklir,” ungkap Anna.
Deputy Director for International Nuclear Education dari TPU, Vera V. Verkhoturova, menyambut baik dukungan BRIN dalam memperkuat kemitraan strategis antara ketiga institusi. Salah satu capaian penting adalah keberhasilan mahasiswa Ph.D. Indonesia meneliti teknologi radiofarmasi menggunakan akselerator dan siklotron.
Vera menambahkan bahwa telah disepakati pelaksanaan program akademik bersama. Salah satunya melalui kunjungan peneliti muda dari TPU ke Indonesia, sebagai bagian dari program transfer pengetahuan dan peningkatan kapasitas nasional.
“Teknologi radiasi tidak hanya mendukung sektor energi, tetapi juga memiliki kontribusi nyata dalam peningkatan kualitas hidup masyarakat, seperti dalam bidang pangan, kesehatan, dan keamanan nasional,” jelasnya.
Vera juga menyoroti potensi fasilitas nuklir Serpong dalam pengembangan aplikasi non-energi, seperti doping silikon, kedokteran nuklir, dan produksi radiofarmasi. Semua itu dinilai strategis dalam mendukung pembangunan nasional.
Kolaborasi antara Indonesia dan Rusia ini menjadi langkah konkret dalam membangun ekosistem riset dan inovasi teknologi nuklir yang berkelanjutan. Upaya bersama ini tidak hanya berfokus pada pengembangan teknologi, tetapi juga penguatan SDM sebagai fondasi kemajuan bangsa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....