Industri Makanan dan Minuman Topang Perekonomian Nasional Berkelanjutan
- 03 Jun 2025 08:44 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Kementerian Perindustrian berkomitmen mengembangkan industri makanan dan minuman agar makin inovatif dan kompetitif. Industri ini mendapat prioritas karena berperan penting dalam menopang perekonomian nasional secara berkelanjutan.
“Industri makanan dan minuman merupakan tulang punggung pengolahan nonmigas,” ujar Menperin Agus Gumiwang. Kontribusinya besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan penciptaan lapangan kerja nasional.
Pada triwulan III-2024, industri mamin tumbuh 5,82 persen, melebihi PDB nasional 4,95 persen. Kontribusinya terhadap PDB industri pengolahan nonmigas mencapai 40,17 persen.
Menurut Menperin, pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan permintaan domestik, ekspor, dan investasi sektor mamin. “Investasi industri mamin triwulan III-2024 mencapai Rp 30,23 triliun, naik 28 persen,” ujarnya.
Industri mamin menyerap 3,6 juta tenaga kerja melalui 1,7 juta unit usaha kecil dan menengah. Secara total, sektor agro menyerap 9,37 juta tenaga kerja sepanjang 2024.
Kemenperin mendorong kerja sama industri nasional dengan mitra internasional untuk memperkuat daya saing global. Langkah ini membuka peluang transfer teknologi, peningkatan mutu, dan perluasan pasar ekspor.
“Kemitraan internasional mendorong inovasi dan peningkatan kualitas produk mamin,” kata Dirjen Industri Agro, Putu Ardika. Ia menegaskan Kemenperin akan terus memfasilitasi dan memperkuat kolaborasi ini.
Contoh kolaborasi terbaru yaitu antara PT Niramas Pandaan Sejahtera (NPS) dan Tarami Corporation dari Jepang. NPS merupakan anak usaha PT Niramas Utama (NU), produsen INACO, merek makanan dan minuman Indonesia.
Tarami Corporation adalah produsen jeli buah terbesar di Jepang, bagian dari DyDo Group Holdings, Inc. Kerja sama ini menghadirkan jeli buah standar Jepang melalui Japan Quality Line.
Produksi jeli buah ini didukung Kawasho Foods Corporation dari Tokyo sebagai mitra penyedia bahan baku. Semua proses dijalankan halal sesuai standar internasional agar produk aman untuk konsumen muslim.
Produk halal ini menjadi pencapaian penting karena sebelumnya belum tersedia di pasar Jepang. NPS bersama Tarami dan Kawasho menegaskan komitmen menciptakan nilai baru di pasar global.
Kolaborasi ini membuka peluang baru untuk menjangkau pasar yang sebelumnya belum tersentuh. Bagi PT Niramas Utama, kerja sama ini menjadi langkah besar memasuki pasar internasional.
Produk halal hasil kolaborasi ini direncanakan hadir di beberapa negara dalam waktu dekat. Hal ini menjawab meningkatnya kebutuhan global terhadap makanan halal berkualitas tinggi.
Kerja sama ini tercapai setelah dua tahun proses panjang dan tantangan teknis serta regulasi. Kesuksesan ditentukan oleh keselarasan mutu, keamanan, dan penerapan teknologi produksi pangan terbaru.
“Fasilitas dan etos kerja mendukung keberlanjutan kerja sama ini,” kata Presiden Direktur NPS, Adhi S. Lukman. NPS berkomitmen menghadirkan produk sehat, aman, dan berkualitas tinggi bagi konsumen Muslim global.
Ia juga mengapresiasi mitra Jepang atas peningkatan kapasitas SDM yang meningkatkan efisiensi dan produktivitas. Produk yang dihasilkan kini setara dengan mutu produk asli Jepang.
Kerja sama NPS, Tarami, dan Kawasho menjadi contoh sinergi global yang berdampak positif nyata. Khususnya, bagi konsumen Muslim yang semakin peduli terhadap kehalalan dan mutu produk makanan.
Menperin Agus mengapresiasi kerja sama ini karena memperkuat citra produk Indonesia di pasar global. Ia berharap kolaborasi ini mendorong lebih banyak industri bergabung dalam rantai pasok halal global.
“Indonesia harus menjadi produsen halal terbesar karena mayoritas penduduknya beragama Islam,” ujarnya. Langkah ini juga sejalan dengan target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen.