Kronologi Sanken Indonesia Tutup Pabrik versi Kementerian Perindustrian

  • 26 Feb 2025 08:52 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Kementerian Perindustrian menyampaikan kronologi penutupan PT Sanken Indonesia merupakan permintaan langsung dari perusahaan induknya di Jepang, Sanken Electric. Namun, saat ini Sanken Indonesia masih berproduksi dengan utilitas sekitar 10 persen, guna memasok kebutuhan komponen otomotif pelanggan dalam negeri sampai Juni mendatang.

“Berdasarkan keputusan perusahaan induk di Jepang, pada Februari 2024 telah diputuskan dan diinformasikan kepada pelanggan dan karyawan bahwa akan stop line production pada Juni 2025,” kata Setia Diarta, dalam keterangan tertulis di Jakarta, pekan lalu. Setia adalah Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian.

Dirjen ILMATE mengemukakan sejak pengumuman menghentikan lini produksinya, Sanken Indonesia sudah mulai memberikan dukungan desain produk existing mereka kepada perusahaan lain. Itu supaya dapat diproduksi dalam rangka memenuhi kebutuhan pelanggannya.

“Adapun produk yang dihasilkan Sanken Indonesia adalah swicth mode power supply dengan kapasitas produksi 3,95 juta pcs per tahun dan transformator kapasitas produksi 4,32 juta pcs per tahun. Pangsa pasar mereka untuk sektor otomotif dan elektronik,” kata Setia.

Ia memastikan Sanken Indonesia tidak memiliki afiliasi dengan Sanken Argadwija yang memproduksi peralatan elektronik rumah tangga dengan merek Sanken. “Jadi, kami meluruskan informasi yang beredar, supaya tidak ada kesalahpahaman," ucap Setia.

Dijelaskannya Sanken Indonesia bukan produsen yang menghasilkan produk-produk elektronik rumah tangga dengan merek Sanken. Sebaliknya mereka adalah produsen power supply dan transformator.

Sanken Indonesia berdiri sejak 1997 di kawasan industri MM 2100 Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Total investasi mencapai Rp49 miliar yang merupakan penanaman modal asing (PMA), dengan serapan tenaga kerja sekitar 457 orang.

“Kami mendapat laporan, perusahaan telah bernegosiasi dengan karyawan. Hal ini untuk penyelesaian pesangon dan hak lain sesuai UU Ketenagakerjaan,” kata Setia.

Selain itu, PT Sanken Indonesia berupaya memberikan pelatihan kewirausahaan kepada pekerjanya yang berminat. Perusahaan juga menjalin komunikasi dengan sesama perusahaan PMA Jepang di sekitar lokasi pabrik, untuk dapat menyerap naker Sanken Indonesia.

Dirjen ILMATE menyebutkan, beberapa alasan Sanken Indonesia akan menghentikan operasional produksinya. Pertama, tidak ada dukungan pemutakhiran desain dan teknologi dari induk perusahaan di Jepang akibat penjualan divisi terkait.

“Pada periode 2017-2019, divisi terkait power supply dan transformator di perusahaan induk dijual kepada grup perusahaan lain di Jepang. Namun, kepemilikan Sanken Indonesia tidak ikut berpindah, sehingga berakibat tidak ada lagi dukungan pemutakhiran desain dan teknologi produk dari perusahaan induk," Setia menjelaskan.

Alasan kedua, perusahaan tidak mampu bersaing untuk menyesuaikan dengan produk-produk baru. Diungkapkan perusahaan terus mengalami kerugian.

Kerugian itu menjadi perhatian mengingat produk Sanken Indonesia tidak lagi menjadi bisnis utama Sanken Electric. Perusahaan induk sekarang fokus pengembangan produk semikonduktor.

Setia menegaskan, penghentian lini produksi PT Sanken Indonesia ini bukan lantaran iklim usaha di Indonesia, tetapi lebih pada kebijakan manajemen yang ada di Jepang untuk memberhentikan operasional. Apalagi, diungkapkan Setia, perusahaan itu sebenarnya sudah merugi sejak 2019.

Sementara, Direktur Marketing PT Sanken Argadwija Esmond H. Tirtajasa menegaskan pemberitaan mengenai pabrik Sanken Indonesia di kawasan industri MM 2100 yang akan ditutup, bukan bagian dari perusahaannya. “Pabrik yang tutup itu khusus penyediaan produksi parts kecil, sama sekali bukan bagian dari kami,” ucapnya.

Ia mengatakan, PT Sanken Argadwija merupakan pabrik yang memproduksi alat elektronik rumah tangga. Contohnya lemari es, showcase, water dispenser, solar water heater, mesin cuci, air conditioner, televisi, rice cooker, kipas dan produk-produk rumah tangga lainnya.

“Pabrik kami berlokasi di Tangerang. Jadi, berbeda dari segi kepemilikannya dengan perusahaan yang sedang diberitakan itu,” ia menambahkan.

Sanken Argadwija bahkan berencana melakukan perluasan pabrik ke Cirebon, Jawa Barat. Perluasan pabrik bertujuan untuk memenuhi permintaan konsumen yang makin membesar.

“Masyarakat tidak perlu khawatir karena jaringan service Sanken tersebar di seluruh Indonesia. Sampai saat ini tetap berjalan dengan normal dan akan lebih ditingkatkan lagi,” ujarnya. (HUMAS-Kemenperin www.kemenperin.go.id)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....