Jemaah Indonesia Dapat Makan 15 Kali di Armuzna

  • 12 Jun 2024 05:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Makkah: Jemaah Calon Haji (JCH) Indonesia akan mendapatkan 15 kali jatah makan selama di Arafah, Muzdslifah, dan Mina (Armuzna). Selain makanan siap saji, jemaah bakal dapat makanan segar, makanan ringan (snack) dan buah.

Kepala Seksi Konsumsi Daker Makkah PPIH Arab Saudi, Beny Hermawan mengatakan, menu yang tersaji terdiri dari beberapa varian.

"Ke-15 kali makan itu terdiri dari 6 kali makanan siap saji dan 9 kali makanan fresh. Di samping itu juga jemaah mendapatkan satup kali snack berat Muzdalifah dan satu kali paket kelengkapan konsumsi," katanya, Selasa (11/6/2024).

Untuk enam kali makanan siap saji, jemaah akan mendapatkan lauk dalam bentuk kemasan siap saji yang sudah diolah dengan baik. Sementara, nasi dimasak di dapur catering yang sudah disiapkan di Arafah dan Mina.

"Hanya lauknya saja. Jadi, nanti itu nasinya tetap dibuat secara fresh di dapur. Baik itu di Arafah ataupun pada saat di Mina," ujar Beny.

Adapun varian menu khas Nusantara yang disiapkan dalam bentuk siap saji seperti gulai ikan, rendang ayam, ayam saus tiram. Kemudian, rendang daging, rendang daging saus tiram, dan ayam asam manis.

Jemaah, menurut Beny, tidak perlu khawatir. Karena meski makanan siap saji, seluruh menu tetap dalam kondisi hangat karena direbus atau dipanaskan selama 5-10 menit oleh petugas katering.

"Paket makanan ringan (snack) Muzdalifah, terdiri dari mie instan, roti seven days, biskuit, kurma. Kemudian, jelly atau cupcake, sementara untuk paket minuman akan diberikan jus dan air mineral," ujarnya memaparkan.

Sedangkan untuk paket tambahan kelengkapan konsumsi selama di Arafah dan Mina, jemaah juga akan mendapatkan kopi 4 sachet, teh celup 6 kantong. Lalu, gula rendah kalori yang aman untuk penderita diabetes, kecap, dan saus mini, termasuk gelas dan sendok.

Menu makanan yang disajikan untuk jemaah selama puncak haji tidak ada perbedaan dengan menu lansia seperti saat jemaah tiba di tanah suci. Hal ini, menurut Beny, dikarenakan makanan yang disiapkan sudah diatur standardnya agar bisa di konsumsi oleh lansia.

"Memang untuk lansia tidak ada perbedaan, karena memang makanannya juga sudah ramah lansia. Jadi, makanan seperti ini juga sudah lunak semua," ucapnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....