Kemana Perginya Kerikil Setelah Dilontar Tamu Allah?
- 28 Mei 2024 09:40 WIB
- Lhokseumawe
KBRN, Lhokseumawe: Lempar Jumrah adalah salah satu rukun penting dalam ibadah Haji yang dilakukan oleh Tamu Allah di Mina.
Dalam rukun Haji ini, para jamaah melemparkan kerikil ke tiga Tugu yang dilambangkan sebagai setan. Lemparan ini melambangkan penolakan terhadap godaan setan, dan merupakan simbol kemenangan spiritual.
Namun, banyak yang bertanya-tanya kemana perginya batu kerikil setelah dilempar?
Setelah kerikil dilempar, mereka tidak dibiarkan menumpuk begitu saja. Ada tim petugas kebersihan yang bekerja keras untuk membersihkan dan mengumpulkan kerikil-kerikil tersebut.
Setiap hari, terutama selama hari-hari puncak Haji, kerikil yang telah dilempar akan disapu dan dikumpulkan oleh tim ini. Kerikil-kerikil tersebut kemudian dibuang atau dipindahkan ke tempat yang telah ditentukan.
Setelah dilempar oleh para jemaah, batu-batu tersebut jatuh ke dalam area yang dirancang khusus di sekitar pilar jumroh. Area ini memiliki sistem drainase yang canggih yang membantu mengumpulkan batu-batu secara otomatis.
Pejabat dari Departemen Urusan Haji menjelaskan, bahwa batu-batu yang terkumpul kemudian dipindahkan menggunakan alat berat dan diangkut ke tempat pembuangan yang telah ditentukan.
Selain itu, tempat di sekitar Tugu Jumrah telah didesain sedemikian rupa untuk memudahkan pengumpulan kerikil. Ada sistem aliran air yang membantu mengarahkan kerikil-kerikil ini ke tempat penampungan khusus. Sistem ini membantu mencegah penumpukan dan memastikan area tetap bersih dan aman bagi para jamaah yang akan datang.
Kerikil yang telah dikumpulkan tidak digunakan kembali untuk lempar jumrah berikutnya. Hal ini karena adanya aturan dan syarat tertentu dalam pelaksanaan ibadah yang mengharuskan Jamaah mencari kerikil sendiri sendiri ke lokasi lontar jumrah. Setelah prosesi selesai, Kerikil yang telah dikumpulkan biasanya dibuang di tempat pembuangan akhir atau di lokasi yang telah ditentukan oleh otoritas setempat.
Proses pembersihan dan pengelolaan kerikil ini menunjukkan bagaimana logistik dan manajemen yang baik sangat penting dalam pelaksanaan ibadah Haji. Selain memastikan kelancaran dan kenyamanan para jamaah, pengelolaan yang baik juga mencerminkan penghargaan terhadap kebersihan dan keteraturan dalam pelaksanaan ibadah yang sakral ini. Labbaikallahummalabbaik!
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....