Kemenhaj Perkuat Transparasi CAT 1.344 Calon PPIH Non Nakes

  • 07 Sep 2026 07:13 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menggandeng Badan Kepegawaian Negara (BKN) dalam pelaksanaan Computer Assisted Test (CAT)
  • Hal ini adalah seleksi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi dan PPIH Kloter Non Nakes

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menggandeng Badan Kepegawaian Negara (BKN) dalam pelaksanaan Computer Assisted Test (CAT). Hal ini adalah seleksi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi dan PPIH Kloter Non Nakes.

Sebanyak 1.344 calon petugas mengikuti seleksi secara serentak di 35 titik kantor BKN dan unit pelaksana teknis BKN di berbagai daerah. Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya Kementerian Haji dan Umrah memperkuat proses seleksi petugas yang objektif, terukur, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Peserta CAT terdiri atas calon PPIH Kloter dan PPIH Arab Saudi formasi non-kesehatan. Untuk PPIH Arab Saudi, seleksi mencakup enam layanan, yakni Bimbingan Ibadah, Akomodasi, Konsumsi, Transportasi, Jemaah Lansia dan Disabilitas, serta Media Center Haji.

Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Puji Raharjo mengatakan pelibatan BKN merupakan bagian dari penguatan tata kelola seleksi petugas haji. “Tahun ini Kemenhaj menggandeng BKN dalam pelaksanaan CAT dan merupakan langkah penting untuk memastikan proses seleksi berjalan transparan, objektif, dan profesional,” ujarnya, Senin, 7 September 2026.

Menurut Puji, penggunaan sistem CAT memungkinkan proses ujian berlangsung dengan standar yang seragam dan hasilnya dapat dipantau secara langsung atau live selama pelaksanaan. “Yang kami cari adalah peserta yang memiliki kemampuan teknis, integritas, manajerial dan orientasi pelayanan kepada jemaah,” kata dia.

Puji mengatakan petugas haji nantinya akan berhadapan dengan beragam kebutuhan jemaah, termasuk jemaah lanjut usia dan penyandang disabilitas. Karena itu, kemampuan teknis perlu diiringi kesiapan mental, integritas, dan komitmen pelayanan.

“Petugas haji adalah bagian penting dari wajah pelayanan haji. Karena itu, proses untuk memilihnya harus dilakukan secara profesional dan dapat dipertanggungjawabkan,” ucap Puji.

Pelaksanaan CAT di 35 titik BKN dan unit pelaksana teknis BKN juga memudahkan peserta mengikuti ujian dari daerah masing-masing. Hasil CAT selanjutnya menjadi salah satu bahan penilaian dalam rangkaian seleksi PPIH untuk penyelenggaraan ibadah haji 1448 H/2027 M.

Kemenhaj memastikan proses seleksi dilakukan dengan mengedepankan prinsip integritas dan profesionalitas. Tujuannya untuk mendapatkan petugas yang memiliki kompetensi sekaligus komitmen kuat dalam memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah.

Diketahui, rekrutmen Petugas Penyelenggaraan Ibadah Haji (PPIH) 1448 Hijriyah/2027 Masehi mengalami banyak perubahan drastis dari sebelumnya. Hal ini dilayangkan Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj), Dahnil Azhar Simanjuntak.

"Nah, kita kerja sama dengan BKN (Badan Kepegawaian Nasional, Red). Jadi, banyak perubahan drastis dalam rekrutmennya," ujar Dahnil di Asrama Haji Grand El Hajj, Cipondoh Tangerang, Kamis 3 September 2026.

Dahnil mengaku di setiap daerah, bila dahulu itu tesnya harus ke Jakarta. Tahun ini itu semuanya bisa di daerah masing-masing bekerja sama dengan BKN.

"Nah, sampai dengan hari inikan sudah ditutup dan itu yang daftar tuh ada 75.000 orang. Nanti yang akan diterima enggak sampai 1.000-an petugas haji," kata dia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....