Sharfina Buktikan Autisme Bukan Halangan Menunaikan Haji

  • 10 Jun 2026 21:10 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Sharfina Diah Nuratika menjadi jemaah disabilitas autis yang sukses menyelesaikan ibadah haji
  • Keluarga melakukan persiapan matang sejak tahun 2008 untuk melatih kemandirian di kerumunan
  • Pelaksanaan haji tahun 2026 berkomitmen penuh memberikan fasilitas ramah bagi penyandang disabilitas

RRI.CO.ID, Makkah - Di tengah jutaan jemaah yang memadati Tanah Suci, Sharfina Diah Nuratika menjalani ibadah dengan tenang. Perempuan penyandang autisme itu menuntaskan seluruh rangkaian haji bersama keluarganya.

Sharfina berusia 30 tahun dan berasal dari Tangerang Selatan. Ia menjadi salah satu jemaah autis yang berhasil menunaikan ibadah haji.

Perjalanan spiritual itu bukan sesuatu yang datang tiba-tiba. Keluarganya telah mempersiapkan langkah tersebut sejak bertahun-tahun lalu.

Sang ibu, Lilis Ardifiyanti, mendaftarkan putrinya pada 2013. Pendaftaran dilakukan bersama seluruh anggota keluarga melalui Kementerian Agama.

Sebelum berhaji, Sharfina pernah menjalani ibadah umrah pada 2008. Pengalaman itu menjadi bekal penting menghadapi perjalanan yang lebih panjang.

Saat umrah, Sharfina mampu berinteraksi dengan banyak orang. Ia juga menjalani tawaf dan sa’i tanpa mengalami hambatan berarti.

Setelah menunggu selama 13 tahun, kesempatan berhaji akhirnya tiba. Masa tunggu yang panjang dimanfaatkan keluarga untuk memperkuat kesiapan fisik dan mental.

Lilis melatih putrinya agar terbiasa berada di keramaian. Latihan itu dilakukan untuk mengurangi risiko tantrum saat berhaji.

“Alhamdulillah ternyata sampai sekarang dia berhasil melewati semuanya. Kami sekeluarga sangat bersyukur,” ujar Lilis penuh syukur.

Selama pelaksanaan ibadah, keluarga memberikan pendampingan ekstra. Saat tawaf, Sharfina menggunakan sabuk pengaman yang terhubung dengan ibunya.

Ayah dan kakak lelakinya turut mengawal dari belakang. Kehadiran mereka memberikan rasa aman sepanjang perjalanan ibadah.

“Ternyata di dalam perjalanan, dia bisa melaksanakan semuanya dengan lancar. Alhamdulillah semua berjalan lancar,” kata Lilis.

Kisah Sharfina mendapat apresiasi dari Komisi Nasional Disabilitas. Perjalanan itu menunjukkan penyandang disabilitas memiliki kesempatan yang sama beribadah.

“Sebagai warga negara, dia punya hak yang sama. Fasilitas layanan haji harus inklusif untuk penyandang disabilitas, ” kata Wakil Ketua Komisi Nasional Disabilitas, Deka Kurniawan.

Keberhasilan Sharfina menjadi bukti ketekunan keluarga dan dukungan lingkungan. Kisahnya juga mengingatkan pentingnya layanan haji yang semakin ramah disabilitas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....