Pemerintah Menyesuaikan Persiapan Haji 2027 dengan Lini Masa Saudi
- 09 Jun 2026 11:31 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemerintah menyesuaikan persiapan haji 2027 dengan lini masa baru dari Arab Saudi
- Indonesia membutuhkan tambahan ratusan tenaga kesehatan untuk memenuhi standar rasio pelayanan medis
- Kebijakan penggunaan satu mitra perusahaan akan dinegosiasikan kembali demi kemudahan jamaah Indonesia
RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah Indonesia menyesuaikan persiapan ibadah haji 2027 dengan lini masa Arab Saudi. Dokumen resmi pengaturan tersebut telah diterima pada Senin, 8 Juni 2026.
Penyusunan rencana tersebut akan dipimpin langsung Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf. "Kami segera menyusun lini masa agar selaras dengan Pemerintah Arab Saudi," ujarnya, Senin, 9 Juni 2026.
Menurutnya, pemerintah Arab Saudi menerapkan standar baru mengenai rasio jumlah tenaga kesehatan jamaah. Setiap 1.000 peserta haji membutuhkan 1,5 dokter dan 1,7 perawat.
Ia mengungkapkan, kuota jemaah haji asal Indonesia saat ini mencapai lebih dari 200 ribu orang. Kebutuhan tenaga medis Indonesia diperkirakan mencapai 300 dokter dan 400 perawat.
"Tahun 2027 kita harus bekerja keras untuk memenuhi itu," katanya. Ia mengtakan, kontrak layanan haji kini wajib melalui platform digital bernama e-Nusuk.
Seluruh sistem pembayaran juga harus menggunakan sistem dompet digital resmi. "Aplikasi ini akan lebih memudahkan bagi semua jamaah," ucapnya.
Regulasi baru Saudi hanya mengizinkan penggunaan satu perusahaan mitra pelayanan. Pemerintah Indonesia akan mendiskusikan kembali aturan pembatasan mitra syarikah tersebut.
Menurut Irfan, kebijakan satu mitra pelayanan berpotensi menyulitkan jamaah Indonesia. Hal itu disebabkan jumlah anggota kelompok terbang Indonesia yang sangat besar.
Irfan mengapresiasi kerja sama semua pihak dalam menyukseskan haji tahun ini. Dukungan dari lembaga negara dan media membantu kelancaran penyebaran informasi. (MCH)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....