Menhaj Evaluasi Pelayanan di Mina Ditingkatkan
- 09 Jun 2026 10:43 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Salah satu perhatian utama adalah peningkatan layanan di Mina yang menjadi titik layanan paling kompleks selama puncak haji
- Mina adakah lokasi jutaan jemaah berkumpul dalam area yang relatif terbatas
RRI.CO.ID, Tangerang - Salah satu perhatian utama adalah peningkatan layanan di Mina yang menjadi titik layanan paling kompleks selama puncak haji. Pasalnya, jutaan jemaah berkumpul dalam area yang relatif terbatas.
Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf mengatakan selain melakukan evaluasi internal, Kemenhaj juga menerima berbagai masukan dan rekomendasi dari Tim Amirul Hajj. Tentunya sebagai bahan penyempurnaan penyelenggaraan haji pada tahun mendatang.
"Salah satu perhatian utama adalah peningkatan layanan di Mina yang menjadi titik layanan paling kompleks selama puncak haji. Karena, jutaan jemaah berkumpul dalam area yang relatif terbatas," ujarnya di Bandara Soekarno-Hatta, Senin, 8 Juni 2026.
Irfan menyampaikan luas area Mina berbeda dengan Arafah, luas Mina sekitar 8-9 km, sedangkan Arafah 17 km. "Itu pun yang bisa digunakan karena sebagian gunung batu tidak lebih dari 5 km persegi, sehingga ada pemampatan (penumpukan, Red) dari jumlah jemaah," ucapnya.
Rekomendasi lainnya, sambung Irfan, mencakup peningkatan ketepatan waktu layanan transportasi pada fase pra dan pasca Armuzna. Penguatan layanan akomodasi agar semakin banyak jemaah memperoleh hotel yang lebih dekat dengan Masjidil Haram.
"Serta penyempurnaan layanan konsumsi yang tetap harus adaptif terhadap dinamika dan situasi kawasan Timur Tengah. Tim Amirul Hajj juga menyoroti pentingnya penyelarasan kualitas antara PPIH kloter maupun non-Kloter," kata dia.
Menurut irfan, hasil evaluasi menunjukkan petugas haji yang mengikuti pendidikan dan pelatihan secara komprehensif memiliki performa layanan yang lebih baik. Karena itu, standarisasi pelatihan dan peningkatan kompetensi petugas akan menjadi salah satu fokus pembenahan ke depan.
Di bidang kesehatan, Tim Amirul Hajj memberikan perhatian khusus terhadap penguatan istithaah kesehatan, sistem penanganan jemaah sakit, serta ketersediaan tenaga kesehatan. Menurut Menhaj, aspek kesehatan akan menjadi salah satu fokus utama dalam penyelenggaraan haji tahun depan.
Selain itu, rekomendasi juga mencakup peningkatan kualitas fasilitas tenda dan sanitasi, pengurangan penggunaan sampah plastik dalam operasional haji. Penyempurnaan timeline penyelenggaraan haji, hingga penguatan tata kelola kontrak layanan agar lebih efektif, transparan dan akuntabel.
Irfan mengungkapkan Otoritas Arab Saudi turut memberikan apresiasi atas peningkatan kualitas penyelenggaraan haji Indonesia. Menurutnya, berbagai capaian yang diraih tahun ini menunjukkan adanya lompatan kemajuan dalam tata kelola layanan jemaah yang perlu terus dijaga dan ditingkatkan.
Kemudian, irfan juga menyinggung terkait pengoperasian bus Sholawat. Menurut penuturannya, bus Sholawat pada haji 2026 hampir tidak ada jeda karena selalu beroperasi.
Tetapi, pasca Armuzna ada permintaan pemberhentian dari pemerintah Saudi sementara waktu. "Tapi kita berharap nanti bisa lebih cepat pembukaan kembali karena banyak jemaah selesai dari Armuzna ingin tawaf ifadhah menunggu busnya agak cukup lama karena belum dimulai pengoperasiannya bus Sholawat," ujarnya.
Diketahui, sebanyak 47.012 jemaah haji telah kembali ke Tanah Air usai menunaikan ibadah Rukun Islam ke-lima di Arab Saudi. Jumlah tersebut dilayangkan langsung Menteri Haji dan Umrah, Mochammad Irfan Yusuf di Gedung VIP Terminal 3 Bandara Soekarno.
Dimana Menhaj Irfan baru di Tanah Air bersama sebagian Tim Amirul Hajj usai menjalankan tugas pengawasan penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M di Arab Saudi. Menurutnya, berakhirnya puncak ibadah haji tidak berarti berakhir pula tugas pelayanan kepada jemaah.
Saat ini, lanjutnya, fokus Kementerian Haji dan Umrah bersama Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) adalah memastikan seluruh proses pemulangan jemaah ke Tanah Air. Tentunya harus berjalan aman, nyaman, dan lancar hingga kloter terakhir tiba di Indonesia.
"Hingga hari ini, sebanyak 120 kloter atau 47.012 jemaah haji Indonesia telah kembali ke Tanah Air. Alhamdulillah seluruh tahapan penyelenggaraan haji secara umum berjalan sesuai harapan," ujarnya Irfan, Senin 8 Juni 2026.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....