Kisah Penjual Daun Pisang Wonosobo Naik Haji usai Menabung 18 Tahun

  • 08 Jun 2026 16:34 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Painah berhasil pergi haji bermodal tabungan hasil jualan daun pisang selama 18 tahun
  • Naskah memuat lima pernyataan langsung dari narasumber mengenai perjuangan dan ketangguhan fisiknya
  • Painah mampu menyelesaikan seluruh ibadah secara mandiri karena terbiasa berjalan kaki antar desa

RRI.CO.ID, Mekah - Jemaah haji bernama Painah berhasil berangkat ke Tanah Suci dari hasil berjualan daun pisang. Warga asal Kabupaten Wonosobo ini mengumpulkan ongkos naik haji selama 18 tahun.

Perempuan lanjut usia ini menyisihkan uang sekitar Rp200 ribu setiap bulan. Uang tersebut dikumpulkan secara disiplin melalui kegiatan arisan di kampungnya.

"Kalau ada sisa ya saya kumpulkan," katanya ditulis, Senin 8 Juni 2026. Painah sehari-hari bekerja memanggul daun pisang untuk dijual ke pelanggan.

Rute perjalanannya setiap hari sangat jauh hingga melewati lima desa sekaligus. "Jalan kaki saya," ucapnya saat menceritakan aktivitas hariannya di kampung halaman.

Keluarga sempat menyarankan Painah untuk berlatih fisik sebelum berangkat ke Mekah. Namun ia merasa tidak perlu karena terbiasa berjalan kaki saat berdagang.

"Saya sudah cukup jalan-jalannya jualan," katanya, menegaskan stamina fisiknya. Awalnya Painah mendaftar haji bersama sang suami beberapa tahun lalu.

Suaminya batal berangkat karena menderita sakit jantung dan digantikan oleh sang anak. "Yang ngajak dulu malah tidak berangkat," ujarnya pelan.

Ketangguhan fisik Painah terbukti saat menjalankan ibadah tawaf dan sa'i. Ia menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji secara mandiri tanpa bantuan orang lain. "Tidak capek," katanya saat ditanya petugas mengenai kondisi tubuhnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....