Amirul Hajj Soroti Masalah Kesehatan dan Kepadatan Tenda Mina
- 07 Jun 2026 15:14 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Amirul Hajj menyampaikan evaluasi kritis haji 2026 di Jeddah
- Layanan kesehatan jemaah dan kepadatan tenda Mina menjadi perhatian utama
- Kebutuhan fasilitas jemaah lansia serta toilet perempuan perlu segera ditambah
RRI.CO.ID, Jeddah - Amirul Hajj Indonesia menyampaikan sejumlah catatan penting terkait evaluasi haji 2026. Catatan tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi di Kota Jeddah pada Sabtu, 6 Juni 2026.
Amirul Hajj Mochamad Irfan Yusuf mengatakan, evaluasi bertujuan mengidentifikasi berbagai kekurangan pelayanan. "Kami menyampaikan catatan kepada Kementerian Haji sebagai bahan evaluasi tahun depan," kata Menteri Haji dan Umrah tersebut.
Sementara itu, Sekretaris Amirul Hajj, Prof. Ilfi Nur Diana, menyoroti sistem pelayanan Klinik Kesehatan Haji Indonesia. Alur penanganan medis bagi jemaah sakit dinilai masih terlalu panjang dan membutuhkan biaya besar.
"Jemaah harus melalui klinik satelit sebelum dirujuk ke klinik pusat. Fasilitas kesehatan tersebut juga hanya melayani rawat jalan bagi para jemaah haji," ujarnya.
Menurutnya, Pasien yang memerlukan perawatan lanjutan harus dirujuk ke rumah sakit mitra Arab Saudi.
Masalah kapasitas tenda di Mina yang semakin terbatas juga menjadi perhatian serius tim penilai.
"Jumlah jemaah terus meningkat setiap tahun, sementara luas area Mina tidak bertambah," katanya. Ia mengatakan, diperlukan strategi baru agar jemaah tetap mendapat pelayanan optimal selama di Armuzna.
Penilaian ini juga menyoroti keterlambatan bus yang masih terjadi di beberapa sektor transportasi. Mitigasi risiko jemaah tersesat dan peningkatan layanan lansia menjadi poin penting evaluasi berikutnya.
"Layanan pendampingan serta penyediaan jasa kursi roda perlu diperkuat secara maksimal," ucapnya. Selain itu, aspek ramah lingkungan turut dievaluasi melalui program pembagian wadah air minum gratis.
Langkah tersebut bertujuan mengurangi penggunaan sampah botol plastik sekali pakai di area ibadah. "Penyediaan dispenser dapat memaksimalkan penggunaan wadah air minum oleh jemaah," katanya, menegaskan.
Catatan terakhir berfokus pada kebutuhan mendesak penambahan fasilitas toilet bagi jemaah perempuan. Jumlah jemaah perempuan Indonesia saat ini terbukti lebih banyak daripada jemaah laki-laki. (MCH)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....