Jemaah Haji akan Diberangkatkan ke Arafah pada 8 Dzulhijjah 1447 Hijriah

  • 24 Mei 2026 17:35 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • 1. Kementerian Haji dan Umrah RI memastikan jemaah haji Indonesia berada di Makkah
  • 2. Jemaah haji Indonesia akan diberangkatkan ke Arafah mulai Senin 25 Mei 2026/8 Dzulhijjah 1447 Hijriah.
  • 3. Keberangkatan jemaah ke Arafah dilakukan secara bertahap

RRI.CO.ID, Jakarta- Kementerian Haji dan Umrah RI memastikan seluruh jemaah haji Indonesia berada di Makkah, Arab Saudi. Jemaah haji mulai diberangkatkan dari hotel menuju Arafah pada Senin 25 Mei 2026/8 Dzulhijjah 1447 Hijriah.

Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah RI, Maria Assegaff mengatakan keberangkatan jemaah haji ke Arafah dilakukan secara bertahap. Jemaah akan diberangkatkan sesuai dengan jadwal sehingga ia meminta agar jemaah patuh dengan jadwal yang telah ditentukan.

“Pada ke-esokan harinya, 8 Zulhijjah, pendorongan jemaah Haji Indonesia dari hotel menuju ke Arafah juga akan mulai dilakukan secara bertahap. Kami mengimbau seluruh jemaah untuk mematuhi jadwal, mengikuti arahan petugas, tidak bergerak sendiri, dan tidak terpisah dari rombongan,” ujar Maria keterangan pers, Minggu, 24 Mei 2026.

Keberangkatan jemaah menuju ke Arafah akan dibagi tiga trip yaitu pukul 07.00, 11.30, dan 16.30 waktu Arab Saudi. Para jemaah diminta untuk memperbanyak istirahat untuk mempersiapkan fase Armuzna karena puncak ibadah haji membutuhkan stamina yang prima.

Maria menginagtakan jemaah menjaga kondisi fisik, makan teratur, minum air yang cukup, serta menyiapkan barang bawaan seperlunya. Hindari membawa koper besar, dan barang berat karena akan menyulitkan pergerakan selama puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

“Bawalah barang yang benar-benar dibutuhkan, seperti dokumen identitas, kartu jemaah, gelang identitas, obat pribadi, masker, botol minum, perlengkapan ibadah, pakaian secukupnya. Selanjutnya, alas kaki yang nyaman, dan perlengkapan kebersihan pribadi, hindari membawa koper besar, perhiasan berlebihan, atau uang tunai dalam jumlah besar,” ujar Maria.

Satuan Tugas Arafah telah diberangkatkan ke lokasi untuk memastikan kesiapan layanan Armuzna, mulai dari pengecekan akhir tenda, konsumsi. Kemudian kesiapan transportasi, kesehatan, bimbingan ibadah, pelindungan jemaah, hingga proses penerimaan jemaah di Arafah.

“Fase Armuzna adalah tahapan paling penting dan paling padat. Karena itu, seluruh layanan harus benar-benar siap agar jemaah dapat menjalankan puncak ibadah haji dengan tertib, aman, nyaman, dan khusyuk,” katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....