Kemenhaj Larang KBIHU Pasang Identitas di Tenda Arafah dan Mina
- 24 Mei 2026 07:23 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) melarang pemasangan identitas Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) di tenda-tenda jemaah.
RRI.CO.ID, Jakarta – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) melarang pemasangan identitas Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) di tenda-tenda jemaah. Tujuannya untuk memastikan jemaah haji Indonesia mendapatkan layanan yang sama pada puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Demikian disampaikan Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, Sabtu 23 Mei 2026. “Dilarang memasang atribut, spanduk, stiker, atau penanda dalam bentuk apapun di tenda-tenda jemaah di Arafah dan Mina,” ujarnya.
Maria menegaskan, seluruh penempatan jemaah harus mengikuti pengaturan resmi dari Kemenhaj. Tujuannya agar layanan Armuzna berjalan tertib dan tidak menimbulkan kebingungan bagi jemaah terutama lansia, disablitas, dan perempuan.
Menurut dia, pemerintah akan bertindak tegas jika mendapati atribut atau identitas KBIHU di tenda-tenda jemaah. “Kami akan langsung mencabut serta memberikan teguran atau sanksi sesuai ketentuan kepada pihak yang tetap melanggar,” katanya.
Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj), Dahnil Anzar Simanjuntak, sempat mencopot sejumlah identitas KBIHU di area tenda Arafah. Menurut dia, tenda-tenda tersebut seolah-olah telah dikavling untuk kelompok jemaah tertentu.
Wamenhaj menegaskan seluruh jemaah berhak mendapatkan layanan yang sama tanpa diskriminasi kelompok. “Ini pengingat agar tidak ada penguasaan tenda untuk kelompok tertentu,” ujarnya menegaskan.
Menjelang pelaksanaan puncak haji di Armuzna, Kemenhaj terus mengecek kesiapan tenda-tenda yang akan menampung ratusan ribu jemaah Indonesia. Menurut Dahnil, pihaknya tidak ingin keterbatasan kapasitas tenda berdampak pada layanan jemaah seperti sebelumnya.
“Kami akan menghitung semuanya secara manual dan detail,” kata Menteri Haji dan Umrah (Menhaj), Mochamad Irfan Yusuf. Sehingga, lanjut dia, jangan sampai ada jemaah yang tidak mendapatkan tempat saat puncak haji.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....