Jemaah Haji Asal Tegal Jalani Amputasi Kaki di Makkah
- 23 Mei 2026 07:28 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Jemaah haji Damiri asal Tegal jalani amputasi jempol kaki kiri karena diabetes
- Operasi dilakukan di Rumah Sakit King Abdul Aziz, biaya ditanggung pemerintah Arab Saudi
- Tetap menunaikan ibadah dan mengikuti salat berjemaah selama pemulihan
RRI.CO.ID, Makkah – Damiri, jemaah haji asal Tegal, Jawa Tengah, menjalani amputasi jempol kaki kiri di Makkah, Arab Saudi. Proses amputasi dilakukan karena kondisi luka akibat penyakit gula yang dideritanya selama pelaksanaan ibadah haji.
Pria berusia 66 tahun ini tergabung dalam kloter 2 SOC dan saat ini sedang menjalani pemulihan pascaoperasi di Makkah. Ia mengaku selalu bersyukur karena tetap bisa menunaikan ibadah meski jempol kakinya harus diamputasi.
Damiri sehari-hari bekerja sebagai petani dan tahun ini menjadi pengalaman pertamanya menunaikan ibadah haji bersama istrinya. Ia merasa senang dan bersyukur bisa menjadi salah satu tamu Allah yang diberi kesempatan berangkat ke Tanah Suci.
Perjalanan ibadahnya semula lancar sejak tiba di Kota Nabi, Madinah, namun kaki kanannya mulai mengalami pembengkakan. Ia sempat mengira pembengkakan tersebut akibat kelelahan biasa akibat aktivitas ibadah yang padat selama di Tanah Suci.
Setelah menjalani umrah wajib di Makkah, rasa sakit di kakinya semakin parah dan pemeriksaan medis menunjukkan kadar gula darahnya melonjak hingga sekitar lima ratus mg/dL. Luka di kaki kirinya kemudian menghitam sehingga dokter memutuskan melakukan amputasi jempol kaki untuk mencegah infeksi lebih luas.
“Kalau sudah hitam begitu ya harus dibersihkan,” kata Damiri sambil tersenyum kecil saat ditemui Tim Media Center Haji (MCH) di hotel jemaah lansia di Sektor 2, wilayah Syishah, Makkah, Minggu (17/5/2026). Operasi dilaksanakan di Rumah Sakit King Abdul Aziz dengan seluruh biaya ditanggung pemerintah Arab Saudi.
Meski kehilangan jempol kaki, Damiri tetap bersyukur karena operasi dilakukan setelah umrah wajib selesai. “Untungnya sesudah umrah wajib,” kata Damiri sambil tersenyum, menegaskan rasa syukurnya tetap bisa menunaikan ibadah utama.
Selama masa pemulihan, ia menempati kamar khusus lansia yang dilengkapi berbagai fasilitas penunjang, termasuk pegangan besi di kamar mandi dan sisi tempat tidur untuk membantu mobilitas. “Terbantu ya,” ujar Damiri terkait fasilitas khusus lansia yang disediakan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi.
Kini Damiri mulai berjalan perlahan tanpa terlalu bergantung pada kursi roda dan rutin mengikuti salat berjemaah bersama jemaah lansia lain di area lobi hotel. Menurut petugas Sektor 2 Daker Makkah, layanan ini bagian dari program penguatan haji ramah lansia dan disabilitas pada musim haji 2026.
Damiri mengingatkan jemaah lain yang memiliki penyakit penyerta agar segera memeriksakan diri bila mengalami gejala kesehatan selama berada di Tanah Suci. “Kalau ada gejala langsung periksa. Jangan ditunda,” kata Damiri. (MCH)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....