Bir Ali Jadi Saksi Pengabdian Fakhrizal Layani Jemaah Haji

  • 21 Mei 2026 16:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Fakrizal bangga melayani jemaah haji di Bir Ali Madinah
  • Bir Ali menjadi titik miqat penting jemaah gelombang pertama
  • Petugas membantu lansia menggunakan golf car menuju masjid

RRI.CO.ID, Madinah – Terik matahari Madinah tak mengurangi semangat Fakrizal melayani jemaah haji Indonesia. Amanah itu dijalaninya penuh keikhlasan sejak awal operasional pemberangkatan menuju Makkah.

Setiap hari, Fakrizal berdiri menyambut ribuan jemaah di kawasan miqat Bir Ali. Tempat itu menjadi persinggahan sakral sebelum jemaah melanjutkan perjalanan ibadah.

“Melayani tamu Allah adalah kehormatan besar bagi saya dan keluarga. Kesempatan ini menjadi pengalaman pengabdian yang sangat berharga,” katanya kepada Media Center Haji (MCH) di Madinah, Arab Saudi, pekan ini.

Jumat, 15 Mei 2026 menjadi hari terakhir Fakrizal bertugas di Bir Ali. Hari itu sekaligus pemberangkatan terakhir jemaah gelombang pertama menuju Makkah.

Tiga kelompok terbang terakhir berasal dari embarkasi Ujung Pandang, Kertajati, dan Batam. Suasana haru terasa ketika para petugas melepas keberangkatan jemaah terakhir.

Bagi Fakrizal, Bir Ali bukan sekadar tempat persinggahan sebelum menuju Makkah. Kawasan itu menyimpan banyak doa dan harapan para tamu Allah.

“Bir Ali adalah tempat sakral bagi jemaah haji Indonesia gelombang pertama. Keamanan dan kenyamanan jemaah selalu menjadi perhatian utama petugas,” ujarnya, mengungkapkan.

Sejak akhir April 2026, Fakrizal bersama rekan-rekannya membantu ribuan jemaah Indonesia bermiqat. Mereka memastikan proses keberangkatan berjalan tertib dan nyaman setiap harinya.

Di tengah suhu Madinah yang melampaui 40 derajat Celsius, pelayanan tetap dilakukan penuh semangat. Para petugas bahkan bercanda siap “kontrak ganti kulit” karena terus terpapar matahari.

Fakrizal juga kerap membantu jemaah lanjut usia menuju Masjid Bir Ali menggunakan golf car. Bantuan kecil itu membuat perjalanan ibadah lansia terasa lebih ringan.

Selain membantu lansia, petugas sering diminta mengambil foto menggunakan telepon genggam jemaah. Momen sederhana itu menjadi kenangan indah sebelum perjalanan menuju Tanah Suci berlanjut.

“Banyak jemaah meminta diambilkan foto sebagai kenang-kenangan di Bir Ali. Tempat ini menyimpan cerita indah bagi perjalanan ibadah mereka,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....