Mecca Route Pangkas Proses Imigrasi Jamaah Haji Indonesia
- 20 Mei 2026 14:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Direktorat Jenderal Imigrasi telah melayani sekitar 30 ribu jemaah calon haji melalui Mecca Route.
- Layanan itu beroperasi di Bandara Soekarno-Hatta selama musim haji.
- Bandara Internasional Soekarno-Hatta menyediakan sepuluh konter pemeriksaan Mecca Route bagi jemaah haji.
RRI.CO.ID, Tangerang - Direktorat Jenderal Imigrasi telah melayani sekitar 30 ribu jemaah calon haji melalui Mecca Route. Layanan itu beroperasi di Bandara Soekarno-Hatta selama musim haji.
Bandara Internasional Soekarno-Hatta menyediakan sepuluh konter pemeriksaan Mecca Route bagi jemaah haji. Pemeriksaan dilakukan langsung oleh petugas imigrasi Arab Saudi.
Kepala Kantor Imigrasi Soetta, Galih Priya Kartika Perdhana, mengatakan layanan mempercepat proses kedatangan jemaah. Pemeriksaan paspor dan visa diselesaikan sejak keberangkatan dari Indonesia.
“Sekitar 30 ribu jemaah sudah menjalani proses clearance Mecca Route. Total jemaah terjadwal mencapai lebih dari 35 ribu orang,” ujar Galih.
Bandara Soetta melayani keberangkatan jemaah dari tiga embarkasi utama. Embarkasi tersebut berasal dari Pondok Gede, Bekasi, dan Cipondoh.
Menurut Galih, layanan ini mengurangi antrean imigrasi setibanya di Arab Saudi. Jemaah dapat langsung menuju penginapan setelah mendarat.
“Jemaah tidak lagi disibukkan proses clearance di Arab Saudi. Pemeriksaan selesai sejak berada di Indonesia,” kata Galih.
Sebanyak 43 petugas imigrasi Arab Saudi ditempatkan di layanan Mecca Route Soetta. Petugas Indonesia juga membantu mengarahkan jemaah menuju konter pemeriksaan.
Galih menyebut jemaah yang selesai diperiksa dianggap sudah memasuki wilayah Arab Saudi. Status itu berlaku secara hukum setelah proses clearance selesai.
Layanan Mecca Route juga tersedia di Surabaya, Solo, dan Makassar. Bandara Sultan Hasanuddin Makassar mulai menerapkan layanan tersebut tahun 2026.
Pemerintah menilai Makkah Route meningkatkan efisiensi perjalanan ibadah haji Indonesia. Sistem itu juga mengurangi kepadatan saat kedatangan jamaah di Arab Saudi.
Perluasan layanan dinilai penting menghadapi peningkatan jumlah jamaah setiap tahun. Pendekatan berbasis percepatan imigrasi dianggap mempermudah mobilitas jamaah lanjut usia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....