PPIH Masifkan Sosialisasi Skema Murur dan Tanazul ke Petugas Kloter dan KBIHU

  • 19 Mei 2026 07:58 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • PPIH sosialisasikan skema murur dan tanazul di Armuzna
  • Sosialisasi melibatkan petugas kloter, pembimbing ibadah, tenaga kesehatan, dan KBIHU
  • Murur diperuntukkan bagi lansia, risti, dan jemaah dengan komorbid

RRI.CO.ID, Makkah - Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi terus melakukan konsolidasi dan sosialisasi terkait pelaksanaan puncak ibadah haji di Armuzna, yang mencakup Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Salah satu fokus utama adalah skema murur dan tanazul bagi jemaah haji.

Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenhaj, Puji Raharjo, mengatakan sosialisasi digelar di 10 sektor Makkah dengan melibatkan petugas kloter. Selain itu, pembimbing ibadah, tenaga kesehatan, dan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU).

“Intinya kami berharap melalui kegiatan sosialisasi ini semua bersinergi bahu-membahu untuk memastikan seluruh jemaah haji kita itu bisa menyelenggarakan. Untuk mengikuti puncak ibadah haji itu secara normal, secara sehat, tanpa terkendala hal-hal yang menghalangi puncak ibadah haji,” ujar Puji kepada Tim Media Center Haji (MCH) di Makkah, Sabtu, 16 Mei 2026.

Puji, yang juga menjabat sebagai Wakil Penanggung Jawab II PPIH Arab Saudi, menekankan pentingnya manajemen kesehatan dan aktivitas jemaah agar tidak kelelahan sebelum Armuzna. “Itu pesan utama,” katanya usai sosialisasi di Sektor 6 wilayah Jarwal.

Selain itu, PPIH Arab Saudi mensosialisasikan skema penyelenggaraan murur dan tanazul saat Armuzna. Mengingat keterbatasan tempat di Muzdalifah, jemaah lansia, berisiko tinggi (risti), memiliki komorbid, serta pendamping lansia akan mengikuti skema murur.

Jemaah yang ikut murur akan diangkut menggunakan bus langsung ke Mina tanpa harus turun di Muzdalifah. “Mereka tidak harus turun di Muzdalifah dan tidak harus menunggu tengah malam untuk melewati Muzdalifah,” kata Puji.

Sementara itu, jemaah yang sehat akan menempati Muzdalifah untuk mabit dan akan diangkut ke Mina mulai lepas tengah malam. “Itu yang akan kita lakukan,” kata Puji.

Puji menambahkan, para ketua kloter dan pembimbing ibadah diminta mengikuti ketentuan Satuan Operasi Armuzna dan PPIH Arab Saudi. “Hari-hari ini kita sedang menggodok finalisasi mekanisme, peraturan, dan pembagian jemaah yang akan mengikuti skema-skema tersebut,” ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....