Tangan Hangat Ditha Jaga Martabat Jemaah Lansia Indonesia

  • 20 Mei 2026 16:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Ditha Pihastika bertugas di PPIH Arab Saudi khusus layanan lansia dan disabilitas
  • Membantu jemaah lansia mulai dari ganti diapers hingga memastikan kenyamanan pasca penerbangan
  • Kisah pribadi Ditha terkait mendiang nenek menambah makna tugasnya

RRI.CO.ID, Jeddah- Di sudut kedatangan bandara Arab Saudi, langkah Ditha Pihastika nyaris tak berhenti. Ia menyambut jemaah lansia dengan senyum dan sapaan hangat.

Perempuan asal Ambon itu bertugas pada layanan lansia dan disabilitas. Setiap hari, ia mendampingi jamaah usai penerbangan panjang dari Indonesia.

Di tengah kepadatan bandara, Ditha memeriksa kondisi jemaah satu per satu. Ia memastikan tubuh mereka tetap bersih dan nyaman.

Tugas itu sering kali dilakukan tanpa jeda selama kedatangan rombongan jemaah. Kursi roda, diapers, dan obat ringan selalu dibawanya.

“Assalamualaikum, Ibu, bagaimana kabarnya hari ini. Sehat selalu setelah perjalanan panjang,” ujar Ditha kepada jemaah lansia.

Sapaan sederhana itu sering membuka percakapan penuh haru dengan jemaah lansia. Banyak jemaah terlihat lega setelah mendapat perhatian langsung.

Ditha mengaku sering membujuk jamaah agar mau mengganti diapers basah. Sebagian jemaah memilih menahan ketidaknyamanan selama penerbangan.

“Kadang mereka bilang belum perlu diganti. Setelah diperiksa, pakaian ternyata sudah basah,” kata Ditha.

Ia tidak pernah membayangkan bertugas merawat lansia di Tanah Suci. Pengalaman itu diperolehnya melalui pelatihan intensif di Asrama Haji Pondok Gede.

Pelatihan tersebut mengajarkan cara mendampingi lansia dengan sabar dan teliti. Ditha kemudian memilih layanan lansia sejak awal seleksi petugas.

Baginya, tugas itu memiliki hubungan emosional yang mendalam. Ia teringat neneknya yang wafat sebelum sempat berhaji.

“Saya melihat mereka seperti nenek sendiri. Saya merasa sedang merawat beliau melalui para jamaah,” ucap Ditha.

Kenangan terhadap sang nenek membuat pekerjaannya terasa lebih personal. Ia sering menahan tangis ketika membantu jemaah kelelahan.

Di sela tugas fisik, Ditha juga memanjatkan doa untuk jemaah lansia. Ia berharap mereka mampu menyempurnakan seluruh rangkaian ibadah haji.

Petugas lain memanggilnya “Nona Ambon” karena keramahan dan ketelatenannya. Julukan itu melekat selama bertugas di bandara Arab Saudi.

Bagi Ditha, melayani jemaah bukan sekadar pekerjaan musiman tahunan. Ia percaya pelayanan kecil mampu menjaga martabat jemaah lansia di Tanah Suci.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....