Jemaah Mandiri SUB 77 Andalkan Video dan Gotong Royong

  • 17 Mei 2026 20:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Video dibuat menggunakan bahasa Indonesia dan Madura agar mudah dipahami jemaah
  • Jemaah mandiri SUB 77 mengandalkan video sederhana untuk membantu lansia memahami ibadah haji
  • Petugas kloter memperkuat pendampingan melalui pendekatan gotong royong dan kekompakan rombongan

RRI.CO.ID, Makkah - Jemaah haji mandiri SUB 77 mengandalkan video sederhana dan gotong royong selama beribadah di Makkah. Pendampingan antarsesama dinilai membantu jemaah lansia memahami situasi Tanah Suci, Kamis (14/5/2026).

Moh Kamil memimpin 43 jemaah asal Sumenep dalam Kloter SUB 77 Embarkasi Surabaya. Ia mengaku awalnya khawatir berhaji tanpa pendamping KBIHU.

“Setelah bertemu petugas kloter, kami merasa cukup didampingi,” kata Kamil di Hotel Rawdat Alsharia. Ia memperkuat pemahaman manasik melalui pengajian dan madrasah diniyah sebelum berangkat.

Kamil mengatakan tantangan terbesar berasal dari keterbatasan lansia memahami teknologi digital. Karena itu, rombongan membuat video sederhana berbahasa Indonesia dan Madura.

Video tersebut berisi panduan memakai lift hotel dan mengenali jalur menuju Masjidil Haram. Materi lain menjelaskan penggunaan koper dan fasilitas selama berada di Arab Saudi.

“Kalau dijelaskan lewat tulisan panjang, banyak yang kesulitan memahami,” ujar Kamil. Menurutnya, pendekatan sederhana lebih mudah diterima jemaah lanjut usia.

Jemaah lainnya, Suwaris Bahir, merasa mantap memilih jalur mandiri sejak awal keberangkatan. Ia menilai manasik pemerintah sudah cukup membantu kebutuhan ibadah haji.

“Mulai dari naik pesawat sampai jalur Masjidil Haram dijelaskan,” kata Suwaris. Ia juga menyebut petugas kloter aktif mendampingi selama perjalanan ibadah.

Sementara itu, Nurhayati Haddjad mempersiapkan fisik dengan rutin berjalan kaki sebelum berangkat haji. Dosen asal Sumenep tersebut menggantikan porsi haji almarhum ayahnya.

Nurhayati juga aktif belajar melalui media sosial dan grup jemaah selama persiapan keberangkatan. Ia mengaku suasana kebersamaan membuat para jemaah semakin akrab dan saling membantu.

Ketua Kloter SUB 77, Asnawi, menyebut pendampingan jemaah tanpa KBIHU membutuhkan pendekatan berbeda. Sebagian besar anggota kloter tersebut merupakan jemaah lanjut usia.

“Asnawi mengatakan setiap ketua rombongan menjadi kiai bagi kelompoknya masing-masing,” ujarnya. Pendekatan itu dilakukan melalui kunjungan rutin dan simulasi manasik sebelum keberangkatan. (MCH)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....