Komisi VIII DPR RI Minta Pemerintah Perkuat Edukasi Budaya dan Hukum Arab Saudi
- 16 Mei 2026 12:09 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Komisi VIII DPR RI meminta pemerintah memperkuat edukasi hukum dan budaya Arab Saudi bagi jemaah haji.
- Lisda Hendrajoni menilai pemahaman aturan sosial penting untuk mencegah persoalan hukum selama ibadah haji.
- DPR RI meminta petugas kloter aktif mengingatkan etika dan aturan sosial kepada jemaah Indonesia.
RRI.CO.ID, Jakarta - Anggota Komisi VIII DPR RI Lisda Hendrajoni meminta pemerintah memperkuat edukasi mengenai aturan hukum dan budaya Arab Saudi bagi calon jemaah haji Indonesia. Menurutnya, pembekalan tersebut penting untuk meningkatkan pemahaman jemaah terhadap aturan sosial di Arab Saudi.
Lisda menilai edukasi aturan sosial dan budaya diperlukan untuk mencegah persoalan hukum selama pelaksanaan ibadah haji. Menurutnya, materi manasik perlu diperluas sebelum keberangkatan jemaah.
“Masih banyak jemaah kita yang belum memahami secara utuh aturan sosial dan budaya di Arab Saudi. Hal-hal yang mungkin dianggap biasa di Indonesia, bisa menjadi persoalan hukum di sana,” ujar Lisda di Jakarta, Jumat, 15 Mei 2026.
Komisi VIII DPR RI menilai materi pembekalan jemaah selama ini lebih banyak berfokus pada tata cara ibadah dan teknis perjalanan. Menurut Lisda, pemahaman mengenai budaya dan aturan sosial Arab Saudi masih perlu ditingkatkan.
Lisda mengatakan masyarakat Arab Saudi sangat menjunjung tinggi privasi, terutama terhadap perempuan. Menurutnya, tindakan merekam atau mengambil foto tanpa izin dapat menimbulkan persoalan hukum.
Ia juga menyoroti meningkatnya penggunaan media sosial di kalangan jemaah haji. Banyak jemaah disebut belum sepenuhnya memahami batasan hukum dan etika yang berlaku di Arab Saudi.
“Jangan sampai niat mengabadikan momen justru berakhir menjadi persoalan hukum. Ini yang harus benar-benar dipahami oleh jemaah kita sebelum berangkat,” kata Lisda.
Komisi VIII DPR RI meminta petugas kloter dan pembimbing ibadah lebih aktif memberikan pendampingan kepada jemaah. Lisda mengatakan pengingat mengenai budaya dan aturan di Arab Saudi perlu terus disampaikan selama pelaksanaan haji.
Menurut Lisda, perlindungan terhadap jemaah tidak cukup hanya melalui pelayanan teknis. Ia menilai penguatan pemahaman hukum dan etika sosial juga penting bagi jemaah Indonesia.
“Petugas jangan hanya fokus pada teknis keberangkatan dan ibadah. Pemahaman tentang budaya, aturan hukum, dan etika di Arab Saudi juga sangat penting demi melindungi jemaah kita,” ucap Lisda.
Lisda meminta jemaah lebih berhati-hati saat mendokumentasikan aktivitas di ruang publik. Menurutnya, penghormatan terhadap aturan dan budaya setempat penting selama pelaksanaan ibadah haji.
“Haji bukan hanya soal ibadah ritual. Tetapi juga bagaimana kita menunjukkan akhlak, kedisiplinan, dan penghormatan terhadap aturan negara lain,” ujar Lisda.
Wakil rakyat dari Dapil Sumatera Barat I itu meminta peningkatan edukasi hukum dan etika sosial bagi calon jemaah haji. Lisda menilai langkah tersebut diperlukan untuk menghindari persoalan hukum selama di Arab Saudi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....