Pelabuhan Al-Balad Jadi Saksi Perjalanan Haji Dunia

  • 15 Mei 2026 07:24 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pelabuhan Al-Balad menjadi gerbang utama haji dunia pada 1925
  • Jamaah Nusantara menempuh perjalanan laut berbulan-bulan menuju Jeddah
  • Al-Balad menjadi pusat perdagangan dan pertemuan budaya Islam dunia

RRI.CO.ID, Jeddah - Pelabuhan Al-Balad menjadi gerbang utama jemaah haji dunia menuju Makkah pada 1925. Jemaah Nusantara menempuh perjalanan laut berbulan-bulan sebelum tiba di Jeddah, Kamis (14/05/2026).

Pelabuhan itu menerima jemaah dari Nusantara, India, Afrika, Turki, Persia, Mesir, dan Asia Tengah. Laut Merah menjadi jalur penting perjalanan ibadah umat Islam dunia saat itu.

Jemaah Nusantara berangkat dari Batavia, Surabaya, Semarang, Makassar, Padang, dan Aceh menggunakan kapal uap. Banyak jamaah merupakan petani desa yang menabung sepanjang hidup demi berhaji sekali.

“Perjalanan haji saat itu membutuhkan keberanian besar menghadapi badai dan penyakit,” tulis catatan sejarah pelabuhan. Jemaah tidur berdesakan di atas tikar pandan selama pelayaran panjang melintasi Samudra Hindia.

Ketika mendekati Jeddah, jemaah mulai menangis haru melihat kota pelabuhan tua di tepi Laut Merah. Kapal besar berhenti jauh dari pantai sebelum jemaah diangkut menggunakan perahu kecil menuju daratan.

Suasana Pelabuhan Al-Balad sangat ramai dengan aktivitas perdagangan internasional dari berbagai negara Muslim. “Bahasa dunia Islam bercampur dalam satu pelabuhan menuju Baitullah,” tulis catatan sejarah tersebut.

Kawasan Al-Balad berkembang menjadi pusat perdagangan, penginapan jamaah, dan pasar tradisional di Jeddah. Rumah-rumah rawashin berdiri kokoh menggunakan batu karang khas kawasan Laut Merah.

Pelabuhan itu juga memperkuat hubungan keilmuan Islam antara Hijaz dan Nusantara sejak awal abad ke-20. Banyak ulama Indonesia menetap di Makkah setelah tiba melalui Pelabuhan Al-Balad Jeddah.

Perjalanan haji masa itu penuh ujian akibat wabah kolera, malaria, dan keterbatasan air bersih. Meski menghadapi kesulitan, jemaah tetap bersyukur karena merasa menjadi tamu Allah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....