Bravo Pangkas Hambatan Koordinasi Bus Shalawat Jemaah Haji Indonesia
- 15 Mei 2026 12:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Ribuan pergerakan bus shalawat dipantau melalui sistem Bravo selama pelayanan haji di Makkah berlangsung.
- Pengawasan berlangsung 24 jam nonstop untuk mengurangi keterlambatan dan penumpukan jemaah di terminal.
- Perangkat Bravo menjadi pusat komunikasi petugas transportasi haji Indonesia di berbagai sektor pelayanan Makkah.
RRI.CO.ID, Makkah - Ribuan pergerakan bus shalawat dipantau melalui sistem Bravo selama pelayanan haji di Makkah berlangsung. Pengawasan berlangsung 24 jam nonstop untuk mengurangi keterlambatan dan penumpukan jemaah di terminal.
Perangkat Bravo menjadi pusat komunikasi petugas transportasi haji Indonesia di berbagai sektor pelayanan Makkah. Sistem itu menghubungkan terminal, halte, armada, hingga pusat kendali transportasi secara langsung.
Pengendali bus shalawat, Syamsul Jamal mengatakan, Bravo dipakai seluruh petugas transportasi haji. Alat itu membantu pemantauan pergerakan jemaah dan kondisi layanan lapangan.
“Bravo digunakan setiap saat memantau pergerakan jemaah dan pelayanan petugas. Komunikasi berlangsung langsung dari terminal hingga pusat kendali transportasi,” kata Syamsul kepada Media Center Haji, Kamis, 14 Mei 2026.
Petugas dapat segera melaporkan kendala armada tanpa menunggu laporan manual dari lapangan. Sistem komunikasi berjenjang mempercepat pengambilan keputusan ketika kepadatan mulai meningkat.
Pusat kendali juga memantau posisi armada menggunakan sistem GPS yang terpasang pada setiap bus shalawat. Pergerakan bus terlihat langsung melalui peta digital di ruang pengawasan transportasi.
Bus yang keluar jalur segera terdeteksi oleh pusat kendali transportasi melalui sistem pemantauan digital tersebut. Informasi diteruskan cepat kepada petugas terminal untuk penanganan armada di lapangan.
Perangkat Bravo dirancang ringkas sehingga mudah digunakan petugas saat mengatur arus jemaah di terminal. Tombol pengatur suara dan layar sentuh mendukung komunikasi cepat selama operasional berlangsung.
Selain sistem digital, pengawasan armada tetap diperkuat melalui pencatatan manual menggunakan sistem retase harian. Petugas halte mencatat jadwal keberangkatan dan kedatangan bus secara rinci setiap perjalanan.
Wakil Kepala Pos Terminal Jabal Ka’bah, Yusof Ridho Anshari, mengaku terbantu menggunakan Bravo saat bertugas. Koordinasi tambahan armada dapat dilakukan lebih cepat melalui pusat kendali transportasi.
“Tambahan armada bisa segera diminta ketika antrean mulai meningkat. Respons pusat kendali kini lebih cepat dibanding sebelumnya,” ujar Yusof.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....