Langkah Tertatih Lansia Menuntaskan Umrah di Tanah Suci
- 05 Mei 2026 16:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Layanan lansia bantu jemaah cedera tetap beribadah
- Pendampingan dilakukan sejak kedatangan di Tanah Suci
- Tim kesehatan lakukan pemeriksaan rutin harian
RRI.CO.ID, Makkah - Di tengah padatnya arus jemaah, kisah keteguhan muncul dari seorang lansia. Layanan ramah lansia membantu jemaah cedera menuntaskan ibadah umrah.
Peristiwa itu terjadi di kawasan Masjidil Haram dengan pendampingan intensif petugas haji. Kehadiran petugas menjadi penopang penting bagi jemaah dengan keterbatasan fisik.
Tsamrotul Fuadah, jemaah asal Tangerang Selatan, tetap beribadah meski mengalami robek otot kaki. Cedera terjadi sehari sebelum keberangkatan setelah ia terjatuh dari tangga.
Kondisi itu membuatnya harus menggunakan pelindung kaki dan kursi roda sepanjang aktivitas. Namun tekadnya untuk beribadah tidak surut meski rasa nyeri masih terasa.
Tim lansia dan disabilitas segera memberi perhatian sejak kedatangannya di Tanah Suci. Pendampingan dilakukan untuk memastikan kondisi tetap stabil selama ibadah.
Petugas lansia dan disabilitas Daker Makkah, Sugita Esadora mengatakan, pendekatan dilakukan secara menyeluruh. Ia menekankan pentingnya perhatian harian bagi jemaah dengan kondisi khusus.
"Kami membantu kebutuhan harian dan memastikan kondisi fisik tetap stabil. Pendampingan ini menjadi bagian penting dari pelayanan jemaah," kata Sugita kepada MCH, di Madinah, Senin, 4 Mei 2026.
Tim kesehatan pun melakukan pemeriksaan rutin hingga tiga kali setiap hari. Layanan mencakup perawatan dasar serta pemantauan kondisi medis secara berkala.
Di tengah keterbatasan, Fuadah tetap menjalani rangkaian ibadah dengan bantuan keluarga. Putranya, Muhammad Amri, mendorong kursi roda selama tawaf dan sai.
"Alhamdulillah, saya tetap diberi kesempatan memenuhi panggilan-Nya. Saya bersyukur masih bisa menjalankan ibadah meski dalam kondisi terbatas," kata Fuadah.
Kini Fuadah beristirahat di akomodasi sambil memulihkan kondisi fisik. Ia menanti puncak ibadah haji dengan harapan dapat menjalaninya dengan lancar.
Kisahnya menjadi potret keteguhan jemaah lansia menghadapi keterbatasan fisik. Layanan ramah lansia hadir sebagai jembatan agar ibadah tetap dapat ditunaikan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....