Cegah Keracunan, PPIH Daker Makkah Wajibkan "Test Food" untuk Penyedia Katering Haji
- 30 Apr 2026 07:29 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- PPIH Daker Makkah mewajibkan seluruh penyedia katering haji melakukan uji makanan atau "test food" sebelum didistribusikan kepada jemaah.
RRI.CO.ID, Makkah – Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daerah Kerja (Daker) Makkah menerapkan standar operasional prosedur (SOP) superketat terkait katering haji. Ini merupakan mitigasi mutlak untuk mencegah risiko kesehatan fatal akibat kelalaian dapur distribusi logistik.
Pengawasan berlapis ini mulai diintensifkan menjelang pendaratan 12 kloter perdana jemaah haji dari Madinah, Kamis, 30 April 2026. PPIH Daker Makkah mewajibkan proses pengetesan sampel makanan (test food) sebelum penyedia katering mendistribusikannya ke pemukiman jemaah.
Pengecekan sampel harian tersebut langsung dieksekusi Seksi Konsumsi PPIH Arab Saudi. Pemeriksaan difokuskan pada uji kualitas rasa, tingkat kematangan, dan higienitas menu yang disajikan.
Kepala PPIH Daker Makkah, Ihsan Faisal, mengatakan ini dilakukan setiap kali pihak dapur menyediakan atau memasak makanan. “Jadi sesuai SOP, mereka harus menyerahkan sampel ke kantor Daker,” ujarnya, Rabu 29 April 2026.
Ihsan menegaskan filter kualitas ini tidak memberikan toleransi sedikitpun bagi penyedia katering yang berani bermain-main dengan standar. Salah satu dapur yang telah lolos inspeksi adalah Dapur Ahlazat di wilayah Misfalah.
Fasilitas logistik berskala raksasa ini mampu memproduksi 6.150 porsi makanan dalam satu kali sesi operasional memasak. Kapasitas masif ini disiapkan untuk melayani jatah makan pagi, siang, dan malam secara konsisten tanpa henti.
Dengan jaminan mutu dari Daker Makkah, jemaah beserta keluarganya di Tanah Air tidak perlu mengkhawatirkan keamanan asupan konsumsi. Makanan yang diterima di kamar hotel dipastikan aman, sehat, dan memadai secara takaran nutrisi.
"Takaran ataupun gramasi dalam konsumsi itu insyaallah sudah sesuai dengan kebutuhan gizi,” ucap Ihsan. Makanan yang dihidangkan itu juga telah memenuhi standar minimal kebutuhan jemaah.
Head Chef Indonesian Food Ahlazat, David Ramadhon, mengatakan bumbu-bumbu makanan tersebut didatangkan dari Indonesia. “Menu jadi ini diterbangkan langsung untuk memenuhi kebutuhan jemaah Indonesia,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....